31 Juli 2014

[FF] Alter You (Chapter. 1)

Alter You

[CHAPTER 1]



[Cast] 
Krystal JungF(X)
Kai EXO
Minho SHINee
[Rating]
PG-13
[Genre]
Mystery – Physycology - Love
[Length]
Chaptered
[Dislaimer]

PLEASE DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF/ COVER AS YOURS. PLEASE LEAVE YOUR COMMENT BEFORE GO. WARNING THERE ARE SOME TYPOS. Gamsahamnida^^




Seseorang telah menunggu didepan apartemen Jessica. Jubah putih berlumuran darah, tangan yang terluka bahkan bernanah, dan bibir yang robek hingga susuan gigi dan gusi kelihatan. Wajahnya terdapat banyak jahitan disana sini.
            Seseorang itu bagaikan arwah penasaran yang sedang menunggu Jessica didepan apartemennya. Kenyataan seperti ini mungkin terlalu menyeramkan di Sabtu malam yang ramai ini.
            “OMO!” Jessica. kaget tak karuan ketika membuka pintu. Dia segera menutup pintu dengan cepat namun TEK, pintu ditahan oleh tangan yang penuh luka itu.
            “Jangan ganggu aku! Aku tidak  pernah mengganggumu!” Jessica membentak sosok itu dengan membendung ketakutannya setengah mati.
            Sosok itu masuk kedalam apartemen Jessica. Jessica ketakutan bersaha untuk lari.  Tanagnnya  digengga oleh sosok tersebut. Langkah demi langkah sosok itu membawa Jessica kesudut ruangan.
            Hingga akhirnya.. tak ada jalan keluar lagi, dia sudah disudut ruangan. Jessica berusaha melihat sekililing, mencari apa yang bisa dia pakai unuk melawan sosok menyeramkan ini. Sosok itu mendekati wajah Jessica.
            Semakin dekat.. semakin dekat.. Jessica mulai sesak napas. Mata sosok enyeramkan tersebut hanya berjarak beberapa senti saja dari matanya Dia menyeringai, membuat Jessica semakin ketakutan. Jessica putus asa. Dia hanya menutup mata.
            “Siap untuk Hallowen, Jessica?” sosok itu akhirnya bersuara. Tak asing lagi suaranya bagi Jessica.
            “YA!” Jessica memekik cukup kesal dan mendorong sosok itu kebelakang. “Kau membuatku ketakutan Minho oppa!”
            Ternyata Minho. Minho tertawa. Jessica malah melihat Minho dengan tatapan sukup sinis lalu tertawa geli.
            “Baiklah, kau menang kali ini.” Jessica menuju kaca dan memperbaiki dandanannya. “Ayo kita pergi,” katanya mengapit tangan Minho.
            Malam hallowen kali ini, jatuh pada Sabtu malam. Minho dan Jessica diundang ke pesta Hallowen disekolah mereka dulu. Almamaternya mengadakan reuni sekaligus pesta Hallowen.
Minho dan Jessica berencana menyabet gelar ‘The Most Scaried Couple’ malam ini. Tak ayal, dandanan Minho seperti malaikat pencabut nyawa bagi Jessica.  Sesampainya disana, aula sekolah bagaikan sarang-sarang hantu.
Pesta dimulai. Beberapa orang bercuap-cuap berstandup comedy didepan, dansa, dan mengobrol dengan yang lain. Karena ini reunian, banyak yang bernostalgia. Jessica memutuskan untuk menunggalkan Minho sejenak dan mengambil minuman.
“Jessica?” seorang wanita melihatnya.
Jessica kebingungan seakan berada didunia asing.
Wanita itu memeluknya. “Hei, apa kabarmu? Lama tak berjumpa.”
“Hei, siapa kau?!” Jessica melepaskan pelukan wanita itu dengan cukup kasar. Dia merasa risih.
“Aku Sulli. Jangan bercanda, selera humormu bagus juga Jessica, ” katanya.
“Sulli? Jessica?” dia kebingungan. “Aku Krystal! Tempat apa ini? Pesta Hallowen?”
Sulli diam, dia melihat Krystal dengan bingung.
Krystal beranjak dari tempatnya. Dia tidak jadi mengambil minuman, dia malah berjalan menuju pintu keluar. Krystal merasa asing dengan lingkungannya. Dimana ini? Kenapa dia berpakaian seperti hantu?
“Apa kau baik-baik saja?” Minho menyusul memastikan keadaan Krystal.
Krystal berbalik. Siapa pria ini?
Minho mengapit tangan Krystal lalu membawanya kembali masuk kedalam sambil berkata, “Ayo kita masuk, tidak lama lagi mereka akan mengumumkan The Most Scaried Couple.”
            Krystal hanya mengikutinya dengan bingung. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa wanita yang bernama Sulli bilang kalau dia Jessica? Kenapa tiba tiba dia ada dipesta Halloween?
            “Kita berikan selamat kepada pasangan Minho dan Jessica sebagai, The Most Scaried Couple!!” MC meneriakkan nama mereka.
            Semua mata tertuju pada mereka. Eluan dan tepuk tangan ditujukan pada mereka. Pasangan inipun naik keatas pangung untuk memberihan sepatah dua patah kata sebagai pemenang.
            Krystal masih dalam keadaan bingung. Jessica? Sebenarnya siapa dia sehingga orang-orang mengira kalau dia Krystal? Apa mukanya mirip dengannya?
            “Terimakasih kepada kalian semua yang telah mendukung saya. Terlebih lagi terimakasih kepada Jessica yang mau menjadi pasangan saya,” Minho menoleh dan terseyum pada Krystal.
            Krystal kebingungan. Dia meminta Minho memberikan mikrofon kepadanya.
            “Ma.. maaf.. Saya tidak bisa menerima penghargaan ini. Saya.. bukan pasangan dia”
            Semua tercengang. Minho menoleh kaget pada Krystal. Dia tak tau harus bilang apa.
            “Kau jangan bercanda Krystal!” seru seseorang. Lalu semua orang tertawa.
            Krystal semakin tidak mengerti. Dia memberikan piala kemenangan kepada Minho seraya mengucpakan maaf, lalu turun dari panggung. Semua bingung. Sekarang keadaan menjadi tidak enak. MC bingung harus mengatakan apa. Minho lebih bingung lagi, bingung yang bercampur dengan hatinya yang tergores perih.
            Krystal berjalan keluar aula dengan perasaan bingung dan entah apalagi. Dia menaiki bus, namun tidak pulang ke apartemennya. Dia menuju apartemen lain. Ada apa dengan Krystal?
            Apartemen kali ini lebih mewah dari biasanya. Apartemn yang terletak di salah satu kawasan Seoul. Kemana sebenarnya dia akan pergi? Lantai 48, tujuannya. Apartemen nomor 117. Krystal memencet bel.
            “Woa, Krystal!” seorang pria membuka pintu dan dengan spontan memeluknya. Dia langsung engenali Krystal walaupun dndanannya seperti hantu. Krystal membalas pelukannya dengan senyum. “Long time no see you!”
            “Kapan kau kembali dari Amerika, Kai Oppa?”
            Lelaki yang bernama Kai itu tampak bingung. Minho terdiam sejenak. Dia sudah pulang ke korea sekitar dua bulan yang lalu. Kai piker, Krystal sudah melupakannya.
            “Dua bulan yang lalu. Aku waktu itu ingin menemuimu dia apartemenmu, tapi aku kira kamu sudah pindah, karena apartemenmu kosong selama dua bulan ini.” Kai mengajaknya masuk.
            “Kosong? Aku selalu disana. Terakhir aku keluar untuk membeli ramen.”
            Minho bingung. Jelas-jelas selama dua bulan ini tidak ada yang datang ke apartemennya yang tepat berada di sebelah apartemen milik Minho. Ada yang tak beres. Kenapa hari ini begitu aneh?
            Setelah berbincang cukup lama, Krystal menuju apartemen yang berada disebelah Kai. Membuka passcode-nya dengan hapalnya, dan masuk bagaikan apartemennya sendiri. Krystal sedikit terbatuk saat masuk.
            “Kenapa kotor sekali?” gumamnya.
            Krystal merasa haus dan menuju dapur untuk minum. Panci ramen masih berada didepannya, dengan ramen yang sudah mebusuk, membuat dapur berbau tak sedap. Meja makannya begitu berdebu, seperti tak disentuh berbulan-bulan lalu.
            Karena merasa kotor,Krystal membersihkan apartmennya. Sepertinya omongan Kai benar. Apartemen ini sperti sudah tidak ditinggali selama beberapa bulan. Kalau benar, kemana saja dia selama ini?
            Krystal baru menyadari kalau baju dan make up yang dia pakai masih sama, bertemakan Hallowen. Krystal terduduk disofanya, berusaha mengingat kembali apa yang terjadi hingga seperti ini.
            “Arrgh!!” Krystal menggeram kesal mengacak-ngacak rambutnya.
            Dia berusaha keras, namun dia hanya mengingat kalau dia sedang makan ramen, lalu tiba-tiba dia sudah berada dengan pria yang bernama Minho di pesta Halloween tadi. Apakah dia amnesia? Kecelakaan? Atau?
            Krystal memutuskan untuk berganti pakaian. Dia menemukan smartphone yang terletak ditas kecilnya. Dia tidak ingat sejak kapan dia berganti handphone. Krystal mengecek isi ponsel tersebut. Log panggilan, sms, dan galeri.
            Minho oppa, Minho oppa, Minho oppa. Kenapa SMS dipenuhi dengan pria bernama Kai? Lelaki itu, yang bersamanya dipesta Halloween tadi. Banyak foto Krystal bersamanya. Jessiaca semakin tidak mengerti. Minho oppa, Minho oppa, Minho oppa. Kenapa log panggilan dipenuhi pria bernama Minho? 
            Sebenarnya siapa dia? Tanpa sengaja Krystal menemukan nomor ponsel yang dikenalnya. Itu nomor ponselnya.Dia mencoba menghubungi nomor tersebut. Namun, tidak aktif. Sudah rusak? Atau bagaimana?
            Krystal mengingat kembali, dimana dia menaruh smartphonenya. Die memutar otak berulang ulang. Dia tak ingat apa-apa selain tiba-tiba dia sudah berada di pesta Halloween. Tanpa sadar, Krystal tertidur karena lelah merapikan apartemennya.
***
            “Omo!” Krystal kaget, dan serentak dia terbangun dari tidurnya. Sekarang dia sudah berada dalam pelukan Minho, dan sedang berada di depan lift. “A.. apa.. yang terjadi?” Krystal masih bingung.
            “Tanganmu hampir terjepit lift. Kamu berjalan sambil tidur,” jawab Minho melpaskan pelukannya
            “Aku ada dimana?”
            “Di depan apartemanmu?”
            “Apartemen? Ka.. kamu siapa?”
            “Krystal, apa kamu belum bangun?”
            “Krystal? Siapa dia? Dimana Minho?”
            “Minho?” Kai bingung dengan Krystal.
            Krystal langsung memencet tombol lift untuk segera turun ke lantai satu. Minho mengikutinya dengan bingung.
            “Mau kemana jam 2 pagi begini?”
            “Aku harus pulang.”
            “Pulang kemana? Ini rumahmu, Krystal.”
            “Tolong, berhentilah bertanya kepadaku! Dan aku bukan Krystal!” Krystal membentak kepada Kai tanpa peduli Kai itu siapa. “Aku Jessica!”
            Kai melihat Krystal dengan tatapan nanar. Krystal segera keluar dari lift menuju jalan raya untuk mengambil taxi. Dia tidak peduli kalau dia masih memakai piyama. Minho hanya melihat dari kejauhan Krystal pergi.
            Jessica sudah sampai di sekolah tempat pesta Halloween berlangsung, namun tidak ada orang. Sekolah bagaikan gedung tua tak berpenhuni. Jessica lari tak karuan, berteriak dan keringat dingini. Dia lari seperti dikejar setan.
            “A..antarkan aku.. ke apartemenku, di jalan…,” kata Jessica dengan suara yang gemetar.
            Sang supir tak mengatakan apa-apa dan langsung membawanya ke alamat yang disebutkan. Akhirnya Jessica tiba di apartemen mungilnya. Tak semewah apartemen tadi.
Jessica mencari-cari dompetnya untuk membayar Taxi. Dia baru sadar kalau dia pergi dari apatemen mahal tadi tanpa membawa apa-apa. Sekarang dia tidak punya apa-apa untuk dijadikan jaminan. Bahkan alas kaki pun dia tak pakai.
“Tolong tunggu disini,” katanya pada supir taxi.
Dia berusaha lari secepat tenaga menuju apartemennya yang berada di lantai 3. Dia membuka kunci dengan hapalnya dan mencari uang di tempat yang biasa dia simpan dan kembali lagi le bawah untuk membayar taxi.
Jessica membenamkan diri diranjangnya. Dia berusaha menanangkan diri lalu mengingat apa yang terjadi.
“ARRGH!” Jessica menggeram kesal dia tidak menemukan alasan yang tepat kenapa dia sudah berada didalam pelukan pria yang memanggilnya Jessica.
Ingatannya hanya sampai saat dia akan mengambil minum pada pesta Halloween. Krystal berdiri dan berkaca pada almarinya. Ini masih dia. Dia mengecek kepalanya apakah ada bekas jahitan karena kecelakaan atau bagaimana.
            Nihil. Jessica melihat piyamanya. Piyama siapa ini? Krystal rasanya baru melihatnya pertama kali. Jessica melirik ja dindingnya. Sudah hapir jam tiga.
Dia memutuskan untuk tidur karena akan bekerja besok.  Dia meminum obat tidur untuk membantunya agar mengantuk, karena dia mengidap insomnia.
            Ketika pagi menjelang Jessica berusaha mengecek dimana dirinya berada. Syukurlah dia masih berada didalam kamarnya. Jessica melirik jam. Dia menarik napas dalam.  Percuma,ini sudah terlalu siang untuk bekerja. Sudah jam 12 siang.
            Jessica mencari handpohnenya untuk meminta izin pada bosnya kalau dia tidak bisa masuk hari ini karena sakit. Kamar prak poranda dan handphonenya belum juga ditemukan. Dia baru ingat kalau tadi malam dia berada di apartemen elite. Barangkali, handphonenya ada disana.
            Dengan mandi secepat kilat dan pakaian yang tak memperdulikan fashion Jessica menuju apartemen mewah tersebut. Dia bertanya ke lobi tentang handphone-nya.
            “Maaf kami tidak melihatnya. Mungkin, ada apartmen anda, Nona,” jawab resepsionis.
            Apartemen? Jessica semakin tak mengerti apa yang terjadi akhir-akhir ini.
            “Kalau begitu, apakah anda mengenal wanita yang bernamal Krystal?” tanyanya pada resepsionis.

To Be Continued..
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gyaaa >_< Maap banget kalau FF-nya jelek dan banyak kekurangannya. Mohon dimaklumi soalnya baru pertama kali publish FF. Jangan lupa reviewnya ya. Gamsahamnida :3

4 komentar:

  1. Bagus ceritanya. Gak sabar nunggu lanjutannya.

    BalasHapus
  2. Awalnya sih masih bingung. Tapi akhirnya ngerti juga. Sambungannya lebih bagus dan lebih menarik lagi yaa ��

    BalasHapus
  3. Rada ga ngerti sih, tapi bagus kok ._.b
    Jadi si Jessica ato si Krystal ini punya kepribadian ganda ya? ._.a *sotoy
    ya udahlah ya, see you at next chapter xD
    wuusshh~ *terbang

    BalasHapus
  4. Kmu sherlockian ya ...?*sotoy
    .

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...