01 Agustus 2014

[FF] Alter You (Chapter. 2)

Alter You

[CHAPTER 2]

[Cast] 
Krystal JungF(X)
Kai EXO
Minho SHINee
[Rating]
PG-13
[Genre]
Mystery – Physycology - Love
[Length]
Chaptered
[Dislaimer]
PLEASE DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF/ COVER AS YOURS. PLEASE LEAVE YOUR COMMENT BEFORE GO. WARNING THERE ARE SOME TYPOS. Gamsahamnida^^

            “Kalau begitu, apakah anda mengenal wanita yang bernama Krystal?” tanya Jessica pada resepsionis.
            “Krystal? Maaf, apakah nona mempunyai foto atau gambaran dari orang yang disebutkan tadi? Kami perlu memastikan Krystal yang mana yang Anda cari.”
            Jessica terdiam sejenak. Jika pria yang bernama Kai memanggilnya Krystal, berarti Krystal mirip seperti dia. “Dia mirip, sepertiku.”
            “Krystal!” seseorang menyerukan nama tersebut.
            Jessicca menoleh kebelakang. Dia pria yang bernama Kai. Jessica menghampiri Kai yang berdiri tak jauh darinya.
            “Apa yang terjadi denganmu semalam?” tanya Kai.
            “Maaf, aku tidak ingat apa-apa selain aku berada di pesta Halloween dan tiba-tiba sudah berada dipelukanmu semalam,” jelasnya. “Aku mohon maaf atas kelancanganku semalam.” Jessica mebungkuk pada Kai.
            “Ada apa denganmu, apa kau kecelakaan?” Kai bingung.
            “Ehm. Tidak.” Dia menggeleng. “Bolehkah aku meminta bantuanmu?”
            “Apa?”
            “Bolehkah kau membuka apartemen wanita yang bernama Krystal tadi? Aku rasa ada beberapa barangku yang ketinggalan disana.”
            Kai terdiam cukup lama. Ada apa dengan Krystal? Kenapa dia menjadi seperti ini, apakah dia tertabarak mobil? Kenapa sepulang Kai dari Amerika Krystal menjadi seperti bukan dirinya?
            “Baiklah. Aku harap passwordnya masih sama,” Kai menuruti keinginan Jessica. Dia hanya ingin mengetahui apa yang akan selanjutnya terjadi.
            Mereka menuju lantai 48 dimana apartemen Krystal berada. Kai mencoba membuka pintu dengan password yang masih diingatnya. Passwordnya masih sama. Mereka berdua pun masuk.
            Jessica melihat sekitar. Apartemen ini mewah sekali. Bagaimana semalam dia bisa ada disini? Jessica masuk ke kamar Krystal lalu mencari ponselnya. Dia menemukan baju pestanya semalam.
            “O, jinjja!” Jessica bergumam dengan nada kesal.
            Setelah mencari cukup lama, ponselnya pun ditemukan. Jessica mengambil bajunya dan berbincang sedikit dengan Kai.
            “Boleh aku tanya sesuatu?” tanya Jessica.
            Kai mengangguk.
            “Bisakah kamu menceritakan siapa itu Krystal dan kenapa dia begitu mirip sekali denganku. Kenapa aku bisa sampai disini, siapa yang membawaku. Dan, apa hubunganmu dengan Krystal. Apakah kalian berpacaran?”
            “Nde, Krystal adalah yeojachingu-ku. Dia dan aku berpacaran sekitar setahun yang lalu. Aku pergi ke Amerika untuk sekolah dan kembali ke Korea 2 bulan yang lalu. Selama itu, aku tidak melihat dia sama sekali. Semalam dia menemuiku dengan berpakaian ala Halloween.  Baju-nya seperti baju yang kau bawa itu.” Jelas Kai. “Apakah kalian berdua tinggal bersama belum lama ini?”
            “Aku tidak tinggal dengannya, bahkan tidak mengenalnya.”
           
            Kai hanya terdiam, berusaha menganalisa keadaan. Dia yakin bahwa yang sedang berbicara dengannya, bukanlah Jessica, melainkan Krystal.
            Jessica meminta nomor handphone Krystal dan pulang kembali ke apartemen kecilnya. Dalam perjalanan pulangnya, dia mencoba memeriksa ponselnya. Tidak ada yang berubah. Jessica memutuskan untuk menelpon Krystal.
            Ponsel Krystal tidak aktif, akhirnya dia mengirim pesan singkat pada Krystal. Jessica membuka pintu apartemennya ketika sampai. Sudah ada Minho didalam.
Minho duduk di sofa dengan kepala yang ditekuk.  Jessica menghampiri Minho dan memeluknya. Minho melepaskan pelukan Jessica dengan dingin.
            “Apa maksudmu semalam? Kau pikir hubungan ini lelucon?” tanya Minho tanpa menatap wajah Jessica. Nada bicaranya meninggi.
            “A.. a.. apa maksudmu?” Jessica tak mengerti.
            “Kenapa kau pergi begitu saja? Dan kau mengaku kalau kau adalah Krystal! Siapa itu Krystal? Apakah kau berakting?!”
            Jessica bingung. Krystal lagi, Krystal lagi. Sebenarnya siapa dia?!
            “Aku Krystal!” jawab Jessica tiba-tiba.
            Minho tertawa.
            “KAU BERMAKSUD MEMPERMAINKAN AKU!!??”
            Jessica menatap Minho dengan herannya. Minho menggenggam pundaknya erat dan menatap Jessica dengan tatapan sedih sekaligus marah.
            “Bagimu… aku ini apa Jessica!?! APA!?”  Minho mengguncangkan  Jessica dengan cukup kasar.
            “AA!” Jessica memekik keras dan berusaha melepaskan tubuhnya dari cengkaraman Minho. Namun Minho terlalu kuat. Jessica mulai gemetaran karena takut. Keringat dingin keluar dari tubuhnya. Dia menutup matanya karena takut melihat apa yang terjadi.
            “Ja.. ja.. jangan.. ganggu.. aku.. Aku.. bu..bu…kan Jessica…,” suara Jessica pelan dan gemetar. Jessica terlalu takut.
            Minho mengambil salah satu foto yang dipanjang Jessica di buffet ruang tamunya. Dia memperlihatkannya pada Jessica. Namun Jessica tidak mau melihatnya.
            Jessica bangkit mendorong Minho lalu membuka pintu. Dia berusaha lari namun didepan pintu dia menabrak Kai. Kai  menahannya agar dia dan Jessica tidak terjatuh. Jessica menyadari kalau dia menabrak seseorang. Ketika melihat wajahnya, Jessica memeluk Kai dengan erat.
            Minho membanting bingkai foto yang  dipegangnya. Kacanya yang pecah berserakan dilantai. Minho menghampiri mereka berdua.
            “Tolong aku, Kai oppa, tolong aku,” Jessica memohon ketakutan kepada Kai.        
Mereka berdua bertengkar, begitulah kesimpulan yang Kai dapat. Kai melepaskan pelukan Jessica dan menghadang Minho. Namun…
            Bam! Kepalan tangan Minho mendarat diwajah sebelah kanan Kai. Kai berusaha melawan, namun Minho terlalu cepat sehingga beberapa pukulan telah diterima olehnya.
            “Silahkan lanjutkan hubungan kalian berdua,” kata Minho. “Perlu kuingatkan, dia wanita  yang suka berakting.” Minho lalu pergi meninggalkan Kai dan Jessica tanpa menoleh sedikitpun.
            Jessica dengan gemetar menghampiri Kai yang berusaha untuk bangun. Mukanya lebam-lebam, dan mulutnya berdarah.
            “Kai oppa… apa kau baik-baik saja?”
            Kai memberikan isyarat kalau dia baik-baik saja.  Jessica membantu Kai untuk berdiri.
            “Kai oppa, tolong, jangan tinggalkan aku. Aku bagaikan dikurung dalam sarang monster tadi. Aku tidak tahu apa-apa dan dia memarahiku. Lalu dia berkata kalau aku Jessica, dan aku sedang berakting.”
            Kai sekali lagi hanya terdiam. Sekarang dia paham, yang bersama dengannya sekarang adalah sosok Krystal. Namun apakah Krystal hanya berakting?
            “Dimana Jessica?” tanya Kai.
            “Aku tidak tahu. Sebenarnya siapa dia?”.
            Kai tidak menjawabnya. Kai membawa Jessic ayng sekarang ini menjadi Krystal menuju mobilnya untuk kembali ke apartemen. Krystal berusaha mencari ponselnya yang semalam dia cari hingga ketiduran saat sampai di apartemennya. Ponsel-nya dia temukan dalam keadaan lowbatt.
            Ketika Krystal merecharge ponselnya, masuklah beberapa pesan dan pemberitahuan panggilan tak terjawab dari nomor tak dikenal. Nomor yang sama meneleponnya beberapa kali.
Krystal mencoba menelepon nomor tersebut. Tiba-tiba saku belakang celana jeans-nya bergetar. Ada ponsel disana. Krystal merogoh sakunya untuk mengecek. Panggilan dari ponselnya masuk pada ponsel itu. Itu ponsel Jessica. Sebenarnya siapa Jessica ini?
            Jika kau tak keberatan, datanglah pada café di depan apartemenmu pukul 9 pagi besok. Aku ingin membicarakan beberapa hal padamu.
Jessica
            Begitulah kira-kira pesan singkat yang dikirim Jessica ke ponsel Krystal beberapa saat lalu. Sekarang Krystal mempunyai peluang untuk membicarakan hal ini baik-baik dengan wanita yang bernama Jessica.
***
            Jessica merasa kehilangan waktunya dalam waktu yang cukup lama. Dia sekarang sudah berada di café depan apartemen Krystal. Dia menunggu Krystal. Sudah sejak dua  jam yang lalu, dia menunggunya, tapi Krystal tak kunjung datang.
            Jessica sudah tahu, kalau Minho memutuskannya. Jessica tahu saat dia bertemu dengan Minho, tadi pagi. Jessica sengaja datang ke rumah Minho. Dan Minho mengabaikannya bagaikan dia tak ada.
            “Kau mau apa lagi Jessica? Bukan. Maksudku, Krystal. Pergilah bersama Kai oppa! Kau jangan berakting disini!” kata Minho dengan marah padanya pagi tadi.
            Jessica terdiam. Dia tidak percaya orang yang dia cintai bersikap seperti itu padanya.
            “A.. apa maksudmu?”
            “Kau mencoba berakting lagi?” Minho tertawa mencibir. “Kembalilah pada Kai oppa-mu.”
            Jessica merasa Krystal mencoba memisahkannya dengan Minho. Jessica merasa geram dengan Krystal. Dia tidak mengenalnya, tapi kenapa Krystal mencoba mengganggu hubungannya dengan Minho?
            Jessica melirik arlojinya.  Percuma, Krystal tak akan datang, pikirnya. Jessica beranjak menuju apartemen Krystal.
Password apartemen Krystal dibuka Jessica dengan lancar. Dia telah melihat password pintu apartemen Krystal saat Kai menolong membukanya. 
Tak ada siapa-siapa disana. Tak ada tanda kalau Krystal didalam. Jessica melihat ponselnya tergeletak diatas meja ruang tamu. Dia mengambil ponselnya dan tertawa menyeringai. Jessica masuk ke kamar Krystal beberapa saat, lalu keluar meninggalkan apartemen itu.

            To Be Continued
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gimana? FYI, ini memang lebih sedikit dari chapter pertamanya. Ya, aku harap kalian masih pengen baca kelanjutannya lagi .-. Gamsahamnida :3

1 komentar:

  1. Minho salah paham huhu :'3
    Lagian ini sebenernya ada apa? T.T
    Jessica tiba-tiba berubah jadi Krystal, Krystal berubah jadi Jessica, huaa :'3
    Semoga di chapter selanjutnya udah ada penjelasannya :3
    *terbang ke next chap

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...