03 Agustus 2014

[FF] Alter You (Chapter. 3)


Alter You

[CHAPTER 3]

[Cast] 
Krystal JungF(X)
Kai EXO
Minho SHINee
[Rating]
PG-13
[Genre]
Mystery – Physycology - Love
[Length]
Chaptered
[Dislaimer]
PLEASE DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF/ COVER AS YOURS. PLEASE LEAVE YOUR COMMENT BEFORE GO. WARNING THERE ARE SOME TYPO(S). Gamsahamnida^^

            “AAAA!!” Krystal menjatuhkan gelas yang dia pegang saat memasuki kamarnya. Kaca riasnya pecah, bekas darah masih terlihat disana. MATILAH DAN TEBUS DOSAMU! Tertulis dengan graffiti merah di kaca rias dan tembok kamarnya.
            Krystal ketakutan, dia mulai berpikir yang tidak-tidak. Krystal merasakan bulu romanya berdiri, kakinya lemas dan tangannya dingin. Krystal segera naik ketempat tidur, dan menutupi dirinya dengan selimut.
            Tiba-tiba Krystal mendengar suara keran air dinyalakan. Salah satu pintu di apartemennya terbuka ditandai dengan bunyi engselnya. TV tiba-tiba saja menyala. Komputer miliknya yang berada tak jauh dari ranjang tiba-tiba menyala sendiri dan menimbulkan suara yang besar.
            Krystal semakin ketakutan. Dia menggenggam selimutnya semakin erat. Tangannya sudah gemetaran tak karuan. Krystal melihat seseorang masuk kedalam kamarnya. Siapa dia? Bukankah tidak ada lagi yang tahu passcode apartemennya selain Kai?
            “AAAAA!” Krystal berteriak ketakutan setengah mati. “Ja.. jangan ganggu aku. Tuan Kim, jangan… ganggu aku….”
            Krystal berusaha meraih ponselnya yang berada diatas meja, tepat disebelah ranjang. Dengan gemetar dia menelpon Kai.
            “Yoboseyo?” suara Kai terdengar diseberang sana.
            “O…op..pa… to…long.. to.. to..long.. a… AAA!! JANGAN TUAN KIM! JANGAN!” Krystal berteriak ketika melihat seseorang masuk mendekatinya. Sambungan telepon terputus.
            “Yoboseyo Krystal? Yoboseyo!!?”
            “….”
            Kai yang sedang dalam perjalanan menuju supermarket langsung mengubah haluannya kembali menuju apartemen dengan kecepatan tinggi. Ada apa dengan Krystal? Tuan Kim? Siapa tuan Kim?
            Kai berlari secepat yang ia bisa ketika sampai di apartemen. Lift rasanya begitu lamban untuk menju lantai 48, namun tangga rasanya terlalu banyak dan lebih lama dibandingkan dengan lift.
            Passcode dibukanya dengan cepat. Kai langsung menuju kamar Krystal. Kai melihat Krystal terbaring dia atas ranjangnya. Krystal terlihat sangat pucat. Dia segera membawanya menuju rumah sakit.
            Krystal membuka matanya perlahan. Dia sudah siuman. Orang yang pertama dilihatnya adalah Kai. Krystal berusaha bangun, namun Kai mencegahnya.
            “Kai oppa, tadi aku melihat Tuan Kim. Dia.. dia ada.. dia mendekatiku… mengelus pipiku.. Kai  oppa… apakah kau sudah mengusir dia?” Krystal memegang tangan Kai erat. Wajah Krystal ketakutan saat menceritakan hal tersebut.
 “Tenanglah. Aku sudah melaporkannya kepada pihak keamanan disana.”             Kai mengelus kepala Krystal. “Aku akan keluar sebentaruntuk membeli minum.”
Krystal memegang tangan Kai semakin erat.
“Baiklah.”
            Krystal merasa lebih aman jika ada Kai disampingnya. Suster datang  mengantarkan makanan untuk Krystal. Kai menyuapi Krystal. Mereka berdua tak bersuara saat sedang makan. Tidak, Kai hanya tidak ingin bicara.
            Pikirannya masih terkonsentrasi dengan Tuan Kim. Siapa itu Tuan Kim? Kai tidak sabar menunggu hasil penyelidikan polisi atas hal ini. Benarkah ada yang masuk kedalam apartemen Krystal?
            ***
            “Bisakah kalian memeriksa cctv-nya sekali lagi?” tanya Kai.
            “Tuan, kami sudah melakukannya lebih dari sepuluh kali. Hasilnya tetap saja sama,” kata polisi. “Tak ada yang masuk dan keluar  dari apartemen ini. Terakhir orang yang keluar-masuk apartemen hanya Krystal agassi  sendiri.”
            “Dia mungkin berhalusinasi dan karena sangat ketakutan dia pingsan,” tambah polisi disebelahnya.
            Kai mengucapkan terima kasih dan kedua polisi itu undur diri. Menurut keterangan polisi berdasarkan hasil cctv, Krystal sendirilah yang masuk dan keluar terakhir kali ke apartemennya.
            Pertama pada sehari sebelum kejadian sekitar pukul 11.00 Krystal masuk dari apartemennya dan keluar pukul 11.30. Lalu hari ini pukul 00.00 dini hari Krystal masuk ke apartemennya dan, kejadian itu terjadi.
            Kai tau satu hal, Krystal bukan orang yang akan pergi hingga larut malam. Dia pulang ke rumahnya paling lambat pukul 11 malam. Apa mungkin yang masuk ke dalam apartemen adalah Jessica?
            Tapi rasanya itu tidak mungkin karena kejadian itu terjadi pada pukul 00.00.  Sebenarnya siapa Tuan Kim sehingga Krystal bisa berhalusinasi tentangnya? Apa mungkin yang melakukan hal ini adalah Minho?
            Pikiran Kai sudah kemana-mana. Entah kenapa Kai merasa kalau hal ini ada hubungannya dengan Minho. Kai masuk ke apartemennya mengambil kunci mobil dan pergi ke apartemen Jessica.
            Jessica pulang kembali ke apartemennya setelah tanpa sebab dia sudah ada di apartemen Krystal. Jessica benci jika dia sudah ada di apartemen Krystal. Sebenarnya Krystal mau apa darinya sehingga dia tiba-tiba sudah berada disana. Dan ketika dia berada disana, Krystal selalu tak ada.
Jessica tahu, Krystal memiliki banyak uang. Tercermin dari apartemennya yang mewah. Tapi, demi apapun kalau uang bukan sebagai alat transaksi, dia mungkin akan menjauh darinya. Jessica benci uang.
Dia benci uang karena pengalaan pahitnya dimasa lalu.  Jadi, jika Krystal melakukan ini karena ingin merebut sesuatu darinya dan menggantinya dengan uang, dia berhadapan dengan orang yang salah.
“OMO!” Jessica memekik pelan dan menarik diri menuju balik dinding.
 Ada Kai yang menunggu didepan pintu. Krystal tidak akan menemui Kai. Tidak-tidak, pasti Kai mencurigai Jessica sebagai dalang dari kejadian semalam.
“Dia belum pulang dari semalam,” kata tetangga Krystal.
“A.. benarkah?” Kai sedikit kecewa. “Apa anda tahu pukul berapa dia terakhir keluar dari rumahnya?”
“Hm… Kalau tidak salah, sekitar jam setengah 12 malam.”
“Gamsahamnida,” kata Kai.
Kai memutuskan untuk pergi dari tempatnya. Kai pergi ke café yang tak jauh dari  sana. Setelah Kai cukup jauh, Krystal masuk kedalam apartemennya.
            Jessica merebahkan diri disofanya. Dia baru sadar kalau dia sudah 2 hari tidak masuk kerja, atau mungkin lebih. Dia bahkan sudah tidak tahu ini hari apa. Dia mungkin terancam dipecat oleh bosnya. Jessica mengambil ponselnya dan melakukan beberapa hal dengan ponselnya itu.
            Sementara itu…
“Silahkan dinikmati pesanannya,” kata seorang pelayan mengantarkan minuman kepad Kai.
            “Tunggu sebentar,” Kai mencegat pelayan itu pergi.
            Pelayan itu melihat wajah Kai. Dia mulai merasa kesal. “Hah, ternyata kau.”
            “Woaah, tak disangka kita bertemu disini.”
            “Apa yang kau mau dariku?”
            “Aku akan temui kau saat makan siang nanti. Kita perlu bicara.”
            “Bicara apa lagi? Belum puas dengan dengan mengambil Jessica?” Minho mencibir. Minho lalu meninggalkan Kai tanpa enoleh. Dia merasa jengkel.
            Kai hanya terdiam. Dia akan menunggu Minho hingga shift-nya berakhir hari ini. Hari semakin petang, Kai belum juga beranjak dari tempat duduknya.
            Minho tak berkata apa-apa tentang ‘tamunya’ itu.  Dia mengacuhkan Kai bagaikan Kai tak ada. Sesekali dia menatap Kai dengan tatapan mencibir. Beberapa cangkir kopi sudah masuk kedalam perut Kai sejak pagi tadi. Diprediksikan, dia akan tak bis atidur hingga pagi esok.
            Sang pelayan wanita menutup tirai café. Kai masih duduk disana. Minho, sudah berada di ruang istirahat para pekerja.
            “Maaf tuan, café sudah akan tutup,” kata si pelayan wanita.
            “A.. benarkah? Apakah, pelayan yang bernama Minho sudah pulang?”
            “Dia mungkin masih ada dibelakang,” jawab wanita itu.
            Kai akhirnya beranjak dari tempat duduknya. Minho keluar melalui pintu belakang café. Dia langsung memalingkan wajahnya ketika keluar. Minho mencibir. Ada Kai disana, dia menunggu dengan setia seperti anjing yang menunggu tuannya pulang.
            “Ternyata kau pantang menyerah,” komentar Minho. “Baiklah, apa yang mau kau bicarakan denganku?”
            “Apakah kau yang melakukan hal tersebut?”
            “Apa maksudmu?”
            “Kau yang meneror Krystal?”
            “Hah, maksudmu wanita yng suka berakting itu? Tidak, untuk apa.”
            Kai mendekati Minho, dia memegang kerah baju Minho. Minho hanya mentap Kai dengan tatapan sinis.
            “Sampai kapan KAU AKAH BERBOHONG MINHO!!?”
            Minho mendorong Kai. Minho berlalu meninggalkan Kai. Minho malas menjelaskan. Jika dia menjelaskan, rasanya akan sulit Kai untuk mempercayainya. Demi apapun, Kai tidak tahu apa-apa soal kejadian semalam.
            Minho tersungkur ketanah, pipinya bergesekan dengan jalan aspal. Berdarah. Kai menendangnya dari belakang.
            “AKU TIDAK TAHU APA-APA!” Minho membentak Kai dengan keras.
            “JANGAN BERBOHONG!!” Kai membentak.
            “Untuk apa aku meneror orang yang aku cintai. Aku seharusnya meneror KAU!” Minho menunjuk Kai pada bahunya.
            BAK!! Sebuah benda keras menabrak sesuatu membuat kedua pria  ini menjedai perkelahian mereka. Kai menoleh kebelakang. Itu sebuah mobil, mobil itu menabrak Halte bus. Kedua pria  itu menghampiri mobil tersebut.
            Kaca mobil pecah, dan bagian depan mobil berasap. Badan mobil lecet bahkan penyot. Ada dua mobil yang berada  tak jauh dari mobil yang menabrak halte. Kedua mobil itu saling berhadapan. Mobil itu lalu pergi sebelum orang-orang berkerumun. Tak ada yang menggubris kedua mobil mencurigakan itu.
Orang orang sekitar mulai mengerumuni mobil yang menabrak halte. Kai berusaha melihat kedalam kaca mobil yang riben itu. Matanya terbelalak, dia tak bisa berkata apa-apa. Se
            “Kry.. Kry.. Krystal!” Kai mencoba membuka pintu mobil. Tak bisa  dibuka.
            “Kai oppa annyeong,” kata Krystal pelan. Matanya setengah tertutup mengatakan hal tersebut.
            Minho menyenggol Kai untuk minggir. Dia memecahkan kaca mobil lalu membuka pintu. Kai menelpon 911. Minho mengangkat Krystal keluar.
“Minho oppa,” Krystal tersenyum. Bukan, bagi Minho, dia Jessica. “Anyyeong.” Jessica melukiskan senyum diwajahnya, lalu menutup mata. Lutut Minho tiba-tiba lemas, dia menjadi setengah berdiri, lalu kemudian terduduk.
            “JESSICA!” Minho berteriak memanggil nama wanitanya. “Bangun Jessica! Bangun!”
            Kai menjatuhkan ponselnya ke tanah. Kai membeku. Tubuhnya tiba-tiba sulit bergerak. Kedua pria ini tak bisa berkata apa-apa lagi. Hati Kai dan Minho bagaikan dihujam pukulan keras bertubi-tubi. Sesak. Sakit.

            To Be Continued

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhirnya chapter 3-nya keluar juga. Maaf ya, kalo agaga bingung sama transisi Jessica-Krystal/Krystal Jessica. Aku juga bingung ngejelasinnya gimana. Kalo pernah nonton Secret Garden sih, mungkin In Sya Allah bisa ngerti. Mohon cuap-cuapnya soal chapter ini ya, soalnya mau aku perbaiki lagi biar kalian bisa cukup ngeh sama transisinya. Sedikit bocoran, chapter depan transisinya udah gada :3 Danke :)

1 komentar:

  1. Hyaa apa ini apa ini -_-
    kenapa harus ada adegan tragis /? gini? :3 *ngek
    oke fix, lanjutannya ditunggu dan plis jangan lama-lama =3 *maksa

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...