Alter You
[CHAPTER 3]
[Cast]
Krystal
JungF(X)
Kai
EXO
Minho
SHINee
[Rating]
PG-13
[Genre]
Mystery
– Physycology - Love
[Length]
Chaptered
[Dislaimer]
PLEASE
DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF/ COVER AS YOURS. PLEASE LEAVE
YOUR COMMENT BEFORE GO. WARNING THERE ARE SOME TYPO(S). Gamsahamnida^^
“AAAA!!”
Krystal menjatuhkan gelas yang dia pegang saat memasuki kamarnya. Kaca riasnya
pecah, bekas darah masih terlihat disana. MATILAH DAN
TEBUS DOSAMU! Tertulis dengan graffiti merah di kaca rias dan tembok
kamarnya.
Krystal
ketakutan, dia mulai berpikir yang tidak-tidak. Krystal merasakan bulu romanya
berdiri, kakinya lemas dan tangannya dingin. Krystal segera naik ketempat
tidur, dan menutupi dirinya dengan selimut.
Tiba-tiba
Krystal mendengar suara keran air dinyalakan. Salah satu pintu di apartemennya
terbuka ditandai dengan bunyi engselnya. TV tiba-tiba saja menyala. Komputer
miliknya yang berada tak jauh dari ranjang tiba-tiba menyala sendiri dan
menimbulkan suara yang besar.
Krystal
semakin ketakutan. Dia menggenggam selimutnya semakin erat. Tangannya sudah
gemetaran tak karuan. Krystal melihat seseorang masuk kedalam kamarnya. Siapa
dia? Bukankah tidak ada lagi yang tahu passcode apartemennya selain Kai?
“AAAAA!”
Krystal berteriak ketakutan setengah mati. “Ja.. jangan ganggu aku. Tuan Kim,
jangan… ganggu aku….”
Krystal
berusaha meraih ponselnya yang berada diatas meja, tepat disebelah ranjang.
Dengan gemetar dia menelpon Kai.
“Yoboseyo?”
suara Kai terdengar diseberang sana.
“O…op..pa…
to…long.. to.. to..long.. a… AAA!! JANGAN TUAN KIM! JANGAN!” Krystal berteriak
ketika melihat seseorang masuk mendekatinya. Sambungan telepon terputus.
“Yoboseyo
Krystal? Yoboseyo!!?”
“….”
Kai
yang sedang dalam perjalanan menuju supermarket langsung mengubah haluannya
kembali menuju apartemen dengan kecepatan tinggi. Ada apa dengan Krystal? Tuan
Kim? Siapa tuan Kim?
Kai
berlari secepat yang ia bisa ketika sampai di apartemen. Lift rasanya begitu
lamban untuk menju lantai 48, namun tangga rasanya terlalu banyak dan lebih
lama dibandingkan dengan lift.
Passcode
dibukanya dengan cepat. Kai langsung menuju kamar Krystal. Kai melihat Krystal
terbaring dia atas ranjangnya. Krystal terlihat sangat pucat. Dia segera
membawanya menuju rumah sakit.
Krystal
membuka matanya perlahan. Dia sudah siuman. Orang yang pertama dilihatnya
adalah Kai. Krystal berusaha bangun, namun Kai mencegahnya.
“Kai
oppa, tadi aku melihat Tuan Kim. Dia.. dia ada.. dia mendekatiku… mengelus
pipiku.. Kai oppa… apakah kau sudah
mengusir dia?” Krystal memegang tangan Kai erat. Wajah Krystal ketakutan saat
menceritakan hal tersebut.
“Tenanglah. Aku sudah melaporkannya kepada
pihak keamanan disana.” Kai
mengelus kepala Krystal. “Aku akan keluar sebentaruntuk membeli minum.”
Krystal memegang tangan Kai semakin erat.
“Baiklah.”
Krystal
merasa lebih aman jika ada Kai disampingnya. Suster datang mengantarkan makanan untuk Krystal. Kai
menyuapi Krystal. Mereka berdua tak bersuara saat sedang makan. Tidak, Kai
hanya tidak ingin bicara.
Pikirannya
masih terkonsentrasi dengan Tuan Kim. Siapa itu Tuan Kim? Kai tidak sabar
menunggu hasil penyelidikan polisi atas hal ini. Benarkah ada yang masuk
kedalam apartemen Krystal?
***
“Bisakah
kalian memeriksa cctv-nya sekali lagi?” tanya Kai.
“Tuan,
kami sudah melakukannya lebih dari sepuluh kali. Hasilnya tetap saja sama,”
kata polisi. “Tak ada yang masuk dan keluar
dari apartemen ini. Terakhir orang yang keluar-masuk apartemen hanya
Krystal agassi sendiri.”
“Dia
mungkin berhalusinasi dan karena sangat ketakutan dia pingsan,” tambah polisi
disebelahnya.
Kai
mengucapkan terima kasih dan kedua polisi itu undur diri. Menurut keterangan
polisi berdasarkan hasil cctv, Krystal sendirilah yang masuk dan keluar terakhir
kali ke apartemennya.
Pertama
pada sehari sebelum kejadian sekitar pukul 11.00 Krystal masuk dari
apartemennya dan keluar pukul 11.30. Lalu hari ini pukul 00.00 dini hari
Krystal masuk ke apartemennya dan, kejadian itu terjadi.
Kai
tau satu hal, Krystal bukan orang yang akan pergi hingga larut malam. Dia
pulang ke rumahnya paling lambat pukul 11 malam. Apa mungkin yang masuk ke
dalam apartemen adalah Jessica?
Tapi
rasanya itu tidak mungkin karena kejadian itu terjadi pada pukul 00.00. Sebenarnya siapa Tuan Kim sehingga Krystal
bisa berhalusinasi tentangnya? Apa mungkin yang melakukan hal ini adalah Minho?
Pikiran
Kai sudah kemana-mana. Entah kenapa Kai merasa kalau hal ini ada hubungannya
dengan Minho. Kai masuk ke apartemennya mengambil kunci mobil dan pergi ke
apartemen Jessica.
Jessica
pulang kembali ke apartemennya setelah tanpa sebab dia sudah ada di apartemen
Krystal. Jessica benci jika dia sudah ada di apartemen Krystal. Sebenarnya
Krystal mau apa darinya sehingga dia tiba-tiba sudah berada disana. Dan ketika
dia berada disana, Krystal selalu tak ada.
Jessica tahu, Krystal memiliki banyak uang.
Tercermin dari apartemennya yang mewah. Tapi, demi apapun kalau uang bukan
sebagai alat transaksi, dia mungkin akan menjauh darinya. Jessica benci uang.
Dia benci uang karena pengalaan pahitnya
dimasa lalu. Jadi, jika Krystal
melakukan ini karena ingin merebut sesuatu darinya dan menggantinya dengan
uang, dia berhadapan dengan orang yang salah.
“OMO!” Jessica memekik pelan dan menarik diri
menuju balik dinding.
Ada Kai
yang menunggu didepan pintu. Krystal tidak akan menemui Kai. Tidak-tidak, pasti
Kai mencurigai Jessica sebagai dalang dari kejadian semalam.
“Dia belum pulang dari semalam,” kata tetangga
Krystal.
“A.. benarkah?” Kai sedikit kecewa. “Apa anda
tahu pukul berapa dia terakhir keluar dari rumahnya?”
“Hm… Kalau tidak salah, sekitar jam setengah
12 malam.”
“Gamsahamnida,” kata Kai.
Kai memutuskan untuk pergi dari tempatnya. Kai
pergi ke café yang tak jauh dari sana.
Setelah Kai cukup jauh, Krystal masuk kedalam apartemennya.
Jessica
merebahkan diri disofanya. Dia baru sadar kalau dia sudah 2 hari tidak masuk
kerja, atau mungkin lebih. Dia bahkan sudah tidak tahu ini hari apa. Dia mungkin
terancam dipecat oleh bosnya. Jessica mengambil ponselnya dan melakukan
beberapa hal dengan ponselnya itu.
Sementara
itu…
“Silahkan dinikmati pesanannya,” kata seorang
pelayan mengantarkan minuman kepad Kai.
“Tunggu
sebentar,” Kai mencegat pelayan itu pergi.
Pelayan
itu melihat wajah Kai. Dia mulai merasa kesal. “Hah, ternyata kau.”
“Woaah,
tak disangka kita bertemu disini.”
“Apa
yang kau mau dariku?”
“Aku
akan temui kau saat makan siang nanti. Kita perlu bicara.”
“Bicara
apa lagi? Belum puas dengan dengan mengambil Jessica?” Minho mencibir. Minho
lalu meninggalkan Kai tanpa enoleh. Dia merasa jengkel.
Kai
hanya terdiam. Dia akan menunggu Minho hingga shift-nya berakhir hari ini. Hari
semakin petang, Kai belum juga beranjak dari tempat duduknya.
Minho
tak berkata apa-apa tentang ‘tamunya’ itu.
Dia mengacuhkan Kai bagaikan Kai tak ada. Sesekali dia menatap Kai
dengan tatapan mencibir. Beberapa cangkir kopi sudah masuk kedalam perut Kai
sejak pagi tadi. Diprediksikan, dia akan tak bis atidur hingga pagi esok.
Sang
pelayan wanita menutup tirai café. Kai masih duduk disana. Minho, sudah berada
di ruang istirahat para pekerja.
“Maaf
tuan, café sudah akan tutup,” kata si pelayan wanita.
“A..
benarkah? Apakah, pelayan yang bernama Minho sudah pulang?”
“Dia
mungkin masih ada dibelakang,” jawab wanita itu.
Kai
akhirnya beranjak dari tempat duduknya. Minho keluar melalui pintu belakang
café. Dia langsung memalingkan wajahnya ketika keluar. Minho mencibir. Ada Kai
disana, dia menunggu dengan setia seperti anjing yang menunggu tuannya pulang.
“Ternyata
kau pantang menyerah,” komentar Minho. “Baiklah, apa yang mau kau bicarakan
denganku?”
“Apakah
kau yang melakukan hal tersebut?”
“Apa
maksudmu?”
“Kau
yang meneror Krystal?”
“Hah,
maksudmu wanita yng suka berakting itu? Tidak, untuk apa.”
Kai
mendekati Minho, dia memegang kerah baju Minho. Minho hanya mentap Kai dengan
tatapan sinis.
“Sampai
kapan KAU AKAH BERBOHONG MINHO!!?”
Minho
mendorong Kai. Minho berlalu meninggalkan Kai. Minho malas menjelaskan. Jika
dia menjelaskan, rasanya akan sulit Kai untuk mempercayainya. Demi apapun, Kai
tidak tahu apa-apa soal kejadian semalam.
Minho
tersungkur ketanah, pipinya bergesekan dengan jalan aspal. Berdarah. Kai
menendangnya dari belakang.
“AKU
TIDAK TAHU APA-APA!” Minho membentak Kai dengan keras.
“JANGAN
BERBOHONG!!” Kai membentak.
“Untuk
apa aku meneror orang yang aku cintai. Aku seharusnya meneror KAU!” Minho
menunjuk Kai pada bahunya.
BAK!! Sebuah benda keras menabrak
sesuatu membuat kedua pria ini menjedai
perkelahian mereka. Kai menoleh kebelakang. Itu sebuah mobil, mobil itu
menabrak Halte bus. Kedua pria itu
menghampiri mobil tersebut.
Kaca
mobil pecah, dan bagian depan mobil berasap. Badan mobil lecet bahkan penyot.
Ada dua mobil yang berada tak jauh dari
mobil yang menabrak halte. Kedua mobil itu saling berhadapan. Mobil itu lalu
pergi sebelum orang-orang berkerumun. Tak ada yang menggubris kedua mobil mencurigakan
itu.
Orang orang sekitar mulai mengerumuni mobil
yang menabrak halte. Kai berusaha melihat kedalam kaca mobil yang riben itu. Matanya
terbelalak, dia tak bisa berkata apa-apa. Se
“Kry..
Kry.. Krystal!” Kai mencoba membuka pintu mobil. Tak bisa dibuka.
“Kai
oppa annyeong,” kata Krystal pelan. Matanya setengah tertutup mengatakan hal
tersebut.
Minho
menyenggol Kai untuk minggir. Dia memecahkan kaca mobil lalu membuka pintu. Kai
menelpon 911. Minho mengangkat Krystal keluar.
“Minho oppa,” Krystal tersenyum. Bukan, bagi
Minho, dia Jessica. “Anyyeong.” Jessica melukiskan senyum diwajahnya, lalu
menutup mata. Lutut Minho tiba-tiba lemas, dia menjadi setengah berdiri, lalu
kemudian terduduk.
“JESSICA!”
Minho berteriak memanggil nama wanitanya. “Bangun Jessica! Bangun!”
Kai
menjatuhkan ponselnya ke tanah. Kai membeku. Tubuhnya tiba-tiba sulit bergerak.
Kedua pria ini tak bisa berkata apa-apa lagi. Hati Kai dan Minho bagaikan
dihujam pukulan keras bertubi-tubi. Sesak. Sakit.
To Be Continued
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Akhirnya chapter 3-nya keluar juga. Maaf ya, kalo agaga bingung sama transisi Jessica-Krystal/Krystal Jessica. Aku juga bingung ngejelasinnya gimana. Kalo pernah nonton Secret Garden sih, mungkin In Sya Allah bisa ngerti. Mohon cuap-cuapnya soal chapter ini ya, soalnya mau aku perbaiki lagi biar kalian bisa cukup ngeh sama transisinya. Sedikit bocoran, chapter depan transisinya udah gada :3 Danke :)

Hyaa apa ini apa ini -_-
BalasHapuskenapa harus ada adegan tragis /? gini? :3 *ngek
oke fix, lanjutannya ditunggu dan plis jangan lama-lama =3 *maksa