07 Agustus 2014

[FF] Alter You (Chapter. 4)

Alter You

[CHAPTER 4]

[Cast] 
Krystal JungF(X)
Kai EXO
Minho SHINee
[Rating]
PG-13
[Genre]
Mystery – Physycology - Love
[Length]
Chaptered
[Dislaimer]
PLEASE DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF/ COVER AS YOURS. PLEASE LEAVE YOUR COMMENT BEFORE GO. WARNING THERE ARE SOME TYPO(S). Gamsahamnida^^

“Siapa nama jenazah ini?” tanya suster.
“Krystal Jung,” jawab Kai
“Jessica Jung,” jawab Minho serempak dengan Kai.
Suster menatap bingung pada mereka berdua.
“Jessica,” jawab Minho.
“Krystal,” jawab Kai.
Suster semakin tidak mengerti.
“Kami tidak tahu,” jawab Kai pasrah.
Suster merasa kedua pria yang berada didepannya sudah gila. Mungkin cukup syok karena kematian wanita yang mereka bawa. Minho tak bergeming.
“Tolong periksa saja sidik jarinya,” imbuh Minho.
“Baiklah,” jawab suster.
            Mereka berdua tetap berpendirian teguh dengan siapa wanita yang dibawa mereka. Krystal atau Jessica? Kai menganggapnya Krystal, tapi Minho menganggapnya Jessica. Kai mencoba mengingat siapa saja keluarga terdekat Krystal.
            Dia baru ingat kalau Krystal adalah yatim piatu. Minho menghubungi teman terdekatnya yang mengenal Jessica: Sulli. Kedua pria ini tertegun dikoridor rumah sakit. Mereka dibawa oleh perasaan antara terpukul sedih dan kebingungan.
            Tak lama kemudian Sulli datang  dengan mata yang cukup sembab. Suster yang bertanya pada Kai dan Minho tadi, datang pada saat yang bersamaan.
            “Bagaimana suster?” tanya Minho.
“Dia Krystal Jung. Lahir pada tanggal 24-10-94.”
Sulli dan Minho terbelalak. Kai melihat Minho dan Sulli. Mereka kaget. Bagaimana dia itu Krystal? Lalu, siapa Jessica? Kai cukup lega karena dia memang Jessica.
Suster meminta Kai mengikutinya untuk mengurusi beberapa hal. Minho duduk di kursi rumah sakit. Dalam kepalanya banyak sekali pertanyaan mengenai siapa itu Jessica.  Tiba-tiba Minho tertawa menyeringai. Sulli yang duduk disampingya bergidik ngeri.
Minho mendapatkan satu jawaban: Krystal pembohong. Dia berbohong menjadi Jessica.  Sekarang asumsi Minho mengenai Jessica lengkap sudah. Minho beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Sulli.
Dia kecewa akan kenyataan. Didalam dirinya terjadi perang perasaan. Dia bingung antara rasa cinta dan benci yang dimilikinya terhadap Jessica. 
***
Sepi. Hanya Kai dan Sulli yang duduk di pemakaman Krystal. Mereka berdua menunduk. Ya, masih dalam duka. Rasanya baru saja mereka mengenal  Krystal namun dia sudah meninggalkan  mereka.
“Kenapa Minho tidak datang?” tanya Kai.
“Aku tak tahu,” jawab Sulli singkat. Lalu tak lama kemudian dia membuka mulutnya, “Aku ingin menanyakan sesuatu.”
“Silahkan.”
“Kenapa papan namanya Krystal? Bukan Jessica?” Ternyata Sulli masih belum tahu kalau Jessica sebenarnya adalah Krystal.
“Dia bukan Jessica, dia Krystal. Tidak ada yang bernama Jessica.”
Sulli tak mengerti. Minho terpaksa menceritakannya dari kejadian saat pesta Halloween hingga terakhir dia meninggal.  Sulli diam beberapa saat. Cukup lama. Dia berusaha mencerna apa yang diceritakan Kai. Membingungkan memang.
Sekarang dia mengerti, kalau Jessica dan Krystal adalah orang yang sama. Namun, diantara Jessica dan Krystal sendiri, memiliki kepribadian yang terbalik. Berbeda cukup jauh.
“Apakah, kau berteman dengan Jessica sudah sejak lama?”
“Baru-baru ini. Ketika dia bekerja denganku ditempat yang sama.”
            Seorang wanita meletakkan sepatunya dipintu masuk. Dia dengan busana serba hitam, dan kacamata hitam. Dia langsung memberikan penghormatan didepan altar Krystal lalu duduk menangis.
            Kai dan Sulli saling bertatapan. Siapa dia? Setelah wanita itu menangis cukup lama, dia duduk dimeja yang disediakan.
            “Maaf, kalau boleh tahu, anda siapanya Krystal?” tanya Sulli pada wanita misterius itu.
            “Aku, kakak sepupu Krystal,” jawabnya.
            Sulli merasa tak percaya.  Setahunya baik Jessica ataupun Krystal sudah tak memiliki keluarga lagi. Kalau adapun, mungkin sudah lost contact dengannya.
            “Apa anda yakin ini Krystal yang anda maksud?”
            Wanita itu membuka kacamata hitamnya. “Krystal Jung. Ya, dia sepupuku. Kami berdua cukup dekat.” Wanita itu menuangkan anggur beras digelas kecil, lalu meminumnya. “Aku, Tiffany.”
            Kai duduk disamping Sulli, bergabung dengan obrolan mereka berdua. Mereka berbincang cukup lama. Lalu, Kai menanyakan satu hal yang mengganggu pikirannya beberapa hari ini.
            “Apakah kau kenal, Tuan Kim?” tanya Kai.
            “Tuan Kim..” Tiffany berusaha mengingatnya. “Kalau tidak salah, Tuan Kim adalah tetangga sebelah rumahku waktu aku tinggal bersama dengan Krystal. Waktu itu, dia dan aku masih sekolah dasar.”
            “Apakah Tuan Kim pernah melakukan sesuatu terhadap Krystal?”
            15 tahun yang lalu….
             Krystal dan Tiffany ditinggal berdua oleh orang tua Tiffany. Musim panas membuat mereka berdua memakai baju yang pendek didalam rumah. Krystal dan Tiffany sedang membaca buku dengan posisi tengkurap.
            Tiffany tiba-tiba merasa sakit perut, dia menuju kamar mandi. Dia sembelit. Sepertinya dia salah makan ketika di sekolah. Pintu depan dibiarkan terbuka. Mereka lupa menutupnya. Tiffany berada cukup lama dalam toilet. Saat dia keluar, dia melihat Krystal tak ada.
            Layaknya anak-anak, mereka takut bila tinggal sendirian di rumah. Tiffany mencari-cari Krystal keseluruh penjuru rumah. Hingga langkahnya terhenti pada gudang. Tiffany melihat pintu gudang terbuka sedikit.
            Dia memelankan langkahnya, berusaha mengangetkan Krystal yang diduganya sedang berada didalam.  Dia berusaha mengintip sedikit sebelum mengagetkannya. Tiffany terbelalak.
            Krystal sudah bersama seorang pria didalam. Pria itu, Tuan Kim, tetangganya. Krystal menutup dirinya dengan kain yang sebelumnya digunakan untuk menutup barang-barang digudang.
            Mata Krystal menyiratkan ketakutan. “Jangan tuan Kim… Jangan…” kata Krystal lirih. Tiffany segera berlari keluar meminta bantuan. Orang-orang yang lewat merespon permintaan tolong Tiffany. Mereka masuk kedalam rumah dan memergoki Tuan Kim hampir melakukan pelecehan seksual terhadap Krystal. Semenjak kejadian itu, Krystal dibawa ke panti asuhan. Sedangkan Tuan Kim kabur melarikan diri.
            Kai mengepalkan tangannya. Geram. Sulli melihat Kai dengan pandangan prihatin, lalu mengalihkannya pada foto Krystal. Tiffany melihat kepalan tangan Kai.
            “Semenjak itu, aku tidak pernah lagi melihatnya,” imbuh Tiffany.
            “Bahkan sampai mati pun, dia masih terbayang tuan Kim!” kata Kai dengan geram.
            Sekarang Kai paham. Krystal trauma akan masa kecilnya ketika dia dilecehkan oleh Tuan Kim. Hingga dia beranjak dewasa, perasaan trauma itu masih ada. Belum lagi, keluarganya yang broken home. Ibu Krystal meninggal, ayahnya meninggal. Tidakkah membuatnya terpukul?
            “Apakah kau tahu panti asuhan apa waktu dia dititipkan?” tanya Kai.
            “Sebuah panti asuhan dipinggiran Seoul. Kalau tidak salah panti asuhan ‘Kasih Sayang’. Aku tidak yakin kalau panti asuhan itu masih berdiri atau tidak.”
            Pagi-pagi buta sekali Kai sudah keluar dari apartemennya. Dia berusaha mencari panti asuhan yang dulu ditinggali oleh Krystal. Sebuah berita disurat kabar kemarin menuliskan bahwa panti asuhan Kasih Sayang akan digusur hari ini.
            Kai berpacu dengan waktu. Dia tidak ingin ketika sampai disana, hanya puing-puing yang tersisa. Tanpa disadari, Minho mengikutinya dari belakang.
            3 Jam Kai mencari panti asuhan tersebut. Akhirnya dia menemukannya. Belum dibongkar. Namun seorang ibu-ibu sedang berdiri memandangi bangunan tersebut.
            “Permisi, apakah Anda pengurus panti asuhan ini?”
            Dia tersenyum memandangi bangunan panti asuhan yang sebentar lagi akan dihancurkan itu. “Dulu.” Dia lalu mengalihkan padangangannya pada Kai. “Anda siapa, nak?”
            “Maaf bu. Ada yang ingin saya tanyakan kepada ibu,” kata Kai.
            Kai menanyakan siapa Krystal dan identitasnya. Menurut penuturan ibu tersebut, arsip mengenai Krystal sudah dibawa oleh Krystal, sedangakan arsip panti asuhan, sudah dipindahkan ke rumah ibu itu untuk sementara.
            Kai merasa tidak enak bila dia meminta ibu tadi mencarikannya arsip tentang Krystal. Tak apa, mencari dalam apartemen Krystal lebih mudah dan tidak merepotkan siapapun.
            Kai langsung masuk dikamar Krystal ketika sesampainya disana. Bahkan, kacah pecah dan berlumuran darah juga tulisan dengan graffiti merah tempo hari yang membuat Krystal pingsan masih utuh. Tak ada yang  berubah.
            Sejak Krystal meninggal, apartemen ini tak disentuh oleh siapapun. Kai merasa dia lebih baik untuk undur diri. Dia menelpon polisi untuk segera kemari. Polisi sampai 15 menit kemudian. Kai melaporkan tindak terror yang terjadi seminggu yang lalu, ketika Krystal pingsan.
            Waktu itu, polisi tidak menyelidiki hingga kedalam apartemen Krystal. Hanya depan apartemen dan  cctv. Polisi memotret beberapa barang yang bisa dijadikan alat bukti.  Polisi pergi setelah menyelesaikan beberapa urusan ‘kecil’ mereka disana.
            Kai duduk disofa memandang meja tamu Krystal. Dia melihat ada map yang terletak dibagian bawah meja yang biasa diataruh untuk majalah atau bahan bacaan. Kai mengambil map tersebut dan membacanya.
BRAVO! Inilah file yang dia cari. Tapi kenapa bisa sampai ada disini?  Tak masalah. Kai segera menunggalkan apartemen Krystal untuk menganalisa apa yang terjadi.
***
Susana café pada jam 10 pagi memang tidak telalu ramai. Selain jam orang bekerja, para pekerja lebih memilih untuk delivery daripada langsung datang ke café. Ya, walaupun hanya cemilan seperti roti bakar, ataupun kopi hangat.
Minho menunggu seseorang. Orang yang dia tunggu datang 5 menit kemudian. Bukan, bukan orang itu yang terlambat. Tapi Minho datang terlalu cepat.
            Orang itu seorang wanita. Dia sangat anggun. Rambutnya pendek dan aksesorinya terlihat bermerek. Antingnya dan kalungnya termasuk branded di Korea. Parasnya sungguh cantik.
            “Kenapa pagi-pagi kau memintaku datang kemari?” tanya wanita itu.
            “Aku ingin minta tolong padamu,” jawab Minho.
            “Apa yang bisa kubantu?”

            To Be Continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...