01 Agustus 2014

[FF] Origami Birds

Origami  Birds


[Cast] 
Tiffany SNSD
Nickhun 2PM
[Rating]
PG-13
[Genre]
Romance
[Length]
Ficlet
[Note]
FF ini aku buat untuk memperingati ulang tahun Tiffany eonni. 생일 축하 합니다 티파니언니! Semoga kalian suka dengan ceritanya. Mohon maaf kalo banyak salahnya._.v
PLEASE DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF / COVER AS YOURS. DO NOT FORGET TO LEAVE YOUR COMMENTS BEFOR YOU GO. WARNING THERE ARE SOME TYPOS. Gamsahamnida ^^


           
            Nickhun keluar dari rumahnya menuju taman terdekat untuk jogging. Beginilah rutinitasnya setiap hari. Jongging 30 menit lalu duduk-duduk ditaman.
            Earphone dia pasang ditelinganya. Musik beat dia putar untuk membuatnya lebih bersemangat untuk jogging.  Nickhun melihat seorang wanita duduk diayunan. Lagi-lagi wanita itu.
            Nickhun tidak mengenal wanita tersebut, bahkan tidak melihat wajahnya secara jelas. Dia hanya melihat wanita itu sepintas lalu. Tapi dia tahu, kalau dia adalah wanita yang sama yang setiap harinya datang selama beberapa bulan terakhir.
            30 menit mengitari taman cukup membuat Nickhun lelah. Dia menepi untuk beristirahat disalah satu bangku taman.  Nickhun berusaha mengatur napasnya. Sambil beristirahat, dia melihat wanita tadi dari kejauhan.
            Tak ada yang bebeda darinya. Biasa saja seperti wanita pada umumnya. Nickhun merasa wanita itu sedang menunggu seseorang. Dia cukup anteng menunggu di ayunan dalam waktu yang lama.
Wanita itu belum beranjak dari tempatnya sejak Nickhun memulai joginggnya. Tidak, mungkin lebih lama dari 30 menit jogging. Nickhun memutar lagu Day by Day dari SNSD pada mp3nya. Nickhun menutup matanya menikmati lagu.
Lagu habis, dan dia membuka matanya. Wanita itu sudah tidak ada ditempatnya. Nickhun berdiri lalu menoleh kesana kemari mencari keberadaanya. Dia sudah meninggalkan taman.
Nickhun berjalan mendekati ayunan yang diduki wanita tadi. Dia penasaran, kenapa wanita itu selalu duduk ditempat yang sama setiap harinya? Menunggu sesorang yang tak kunjung datang lalu pergi.
Ada sesuatu disana. Sebuah burung origami. Nickhun mengambilnya dari dudukan ayunan. Dia memperhatikan burung itu dengan seksama dan membawanya pulang bersamanya.  Nickhun hanya penasaran, apakah wanita itu akan mencari burung origami tersebut atau tidak.
***
Wanita itu datang lagi. Nickhun kembali menjalankan rutinitasnya seperti biasa. Sambil lari, dia memperhatikan wanita itu sesekali ketika melewatinya.  Nickhun rasa wanita itu tidak merasa kehilangan sesuatu. Nickhun terlalu penasaran sehingga menghapirinya.
“Apakah kau sedang menunggu seseorang?” tanya Nichkun.
Wanita itu mendongkak keatas melihat wajah Nickhun. Nickhun terdiam sejenak. Cantik sekali wanita itu. Nickhun terpesona. Apakah ini love at first sight?. Nickhun segera menyadarkan dirinya.
Ne,” jawabnya.
“Apakah aku boleh duduk disebelahmu?”
“Silahkan. Tapi jika seseorang yang aku tunggu datang, kau mungkin harus beranjak dari sana.”
“Kalau begitu, aku berdiri saja.”
“Tidak, tidak, duduklah. Tidak apa-apa.” Wanita itu mempersilahkannya duduk diayunan  sebelahnya. “Apa, kau ingin menanyakan sesuatu padaku?”     
Nickhun kaget, darimana dia tahu kalau Nickhun akan bertanya padanya. “Ehm, ya.” Jawab Nickhun akhirnya. “Sebenarnya siapa yang kau tunggu?”
“Seseorang yang sangat berarti bagiku.” Wanita itu menjawabnya dengan memandang kedepan. Tangannya memegang burung origami.
“Apa kau menunggu orang yang sama setiap hari?”
“Ya.”
“Kenapa dia tidak kunjung datang?”
“Aku tidak tahu. Aku akan berusaha menunggu disini selama aku bisa.”
“Kenapa begitu? Apa kamu tidak menghubungi dia saja atau mencarinya?”
“Aku sudah lama tak menghubunginya. Sudah lama sekali aku kehilangan kontak dengannya.”
“Tapi kenapa taman ini yang kau jumpai?”
“Orang itu berkata kalau kita akan bertemu disini jika cita-cita kita sudah tercapai.” Jawab wanita itu. Dia tetap memandang kedepan saat enjawab. Padangannya seperti sedang memikirkan sesuatu.
Wanita itu tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.  Dia meninggalkan burung origami yang sedari tadi dipangkuannya pada dudukan ayunan. Ternyata dia bukan ketinggal. Dia sengaja meninggalkannya.
“Aku harus pergi, permisi,” katanya pamit pada Nickhun.
“Aa.. ya. Hati-hati dijalan,” pesan Nickhun.
Wanita itu lalu pergi. Nickhun memperhatikannya hingga hilang dari pandangan Nickhun. Sekarang disebelah Nickhun hanya ada burung origami. Nickhun mengeluarkan origami burung yang kemarin dia ambil dan menaruhnya disamping origami burung yang ditinggalakan wanita tadi.
Nickhun memperhatikan kedua origami itu dengan seksama. Senyum terlukiskan diwajahnya. Dia baru sadar kalau dia harus pulang setelah satu jam duduk disana, Nickhun memutuskan untuk membawa pulang kedua burung origami itu.
Keesokannya, wanita itu datang dan meninggalkan lagi burung origaminya. Nickhun menyimpannya kembali. Begitu terus, setiap hari. Hingga pada suatu hari Nickhun baru menyadari kalau burung origami ini sudah terlalu banyak dia kumpulkan.
Nickhun membuka lemari kecilnya.  Ah, ternyata burung origami yang dia kumpulkan dari wanita itu sudah terlalu banyak. Sekarang, harus dia apakan semua ini? Nickhun ingin meneui wanita itu untuk menanyakan beberapa hal padanya.
Nickhun keluar dari rumahnya dengan pakaian untuk jogging. Dia langsung mengecek ayunan tempat wanita tersebut duduk. Dia tidak ada. Mungkin belum datang. Nickhun melanjutkan joggingnya.
30 menit berlalu. Wanita itu tak kunjung datang. Nickhun menungguinya cukup lama, namun wanita itu tak datang. Mungkin besok, pikirnya.
Keesokannya, wanita itu tak datang juga. Sebenarnya, diaman wanita itu? Nickhun pulang ke rumahnya dan melihat kembali ‘koleksi’ burung origaminya.
Tanpa sebab, salah satu burung origami dia bogkar lipatannya. Ada sesuatu dibalik lipatan itu. Sebuah tulisan.
Ini sudah sekian lamanya aku menunggumu. Apakah kau belum sampai pada cita-citamu menjadi seorang jaksa? Atau kau lupa padaku? Aku harap kau membaca surat ini. Kau bisa menemukanku ditempat bermain kiat
Ini bukan origami biasa. Ini sebuah surat. Nickhun membuka lipatan origami lain dan mebacanya satu persatu. Dan, sapailah pada burung berwarna biru muda. Inliah burung terakhir.
Aku akan menunggumu hingga pukul 9 di bandara pada hari ulangtahunku. Jika kau tak kunjung datang, aku akan pergi ke Jepang hingga saat yang belum aku tentukan. Aku harap  kau mebaca surat ini.
Tiffany
Nickhun menyadari sesuatu. Pupil matanya membesar. Tiffany, janji bertemu ketika  sukses, dan burung-burung origami. 
Ingatan Nickhun kembali pada 15 Tahun lalu....
Tiffany dan Nickhun duduk  disebuah taman sambil memegang burung origami yang mereka buat sendiri. Taman itu, adalah taman yang sekarang sering didatangi Tiffany untuk menunggu Nickhun dan Nickhun untuk jogging.
"Sekarang, kita sedang menaiki burung ini, burung yang kita buat sendiri. Burung yang kita buat sendiri ini, adalah ibarat usaha kita yang membawa kita terbang menemui cita-cita kita” kata Nickhun pada Tiffany. "Tiffany, berjanjilah padaku kta akan bertemu ditaman ini jika kita sudah meraih cita cita kita nanti.”
“Tentu oppa,” jawab Tiffany.
.
.
Kembali ke waktu sekarang.
 Dia Tiffany, teman masa kecil Nickhun. Tidak, dia sahabat sekaligus orang yang dia taksir secara diam-diam. Lebih tepat lagi, cinta pertama dan terakhirnya.
Nickhun melirik jamnya. Masih ada setengah jam lagi untuk menuju airport. Ini 1 Agustus. Hari ulang tahun Tiffany. Nickhun mengambil kunci mobilnya dan bergegas menuju bandara.
Dia tidak percaya, bagaimana dia bisa lupa kalau wanita itu Tiffany? Bagimana dia bisa lupa akan janjinya untuk bertemu ketika dia menjadi apa yang dia impikan? Dia sekarang sudah menjadi seorang jaksa! 
Nickhun menancap gas menuju airport. Mobilnya tiba-tiba mogok ditengah jalan. Dia kehabisan bensin.
“Ah, ayolah!” katanya. Dia mencari taxi dan pergi ke airport.
Airport sudah didepan mata. Sudah pukul 09.30. Dia terlambat  30 menit. Nickhun mulai putus harapan. Namun dia tetap berlari sekuar tenaga masuk kedalam airport. Dia mencari kesana kemari sosok Tiffany.
Airport begitu padat hari ini. Terlalu banyak orang di airport. Ini musim panas, dan banyak sekali orang datang dan pergi ke Korea. Sejauh mata memangdang, hanya kerumunan orang yang dia lihat.
Tiffany, diamanakah dirimu?
***
 Tiffany melihat keluar melalui diding kaca airport. Dia belum juga check in padahal ini sudah lewat 30 menit. Dia masih menunggu seoeroang yang sama. Tiffany melihat arlojinya.
“Aku pergi,” bisiknya. Tiffany lalu berbalik namun tiba-tiba dia dipeluk erat oleh sesorang. Tiffany kaget.
생일 축하 합니다 티파니 (Saengil chukka hamnida Tiffany),” seseorang itu ternyata pria. dia menngucakan selamat ulang tahun pada Tiffany. “Saranghaeyo"
“Ka..kau..” Tiffany merasa dia mengenali suaranya.
“Ya, aku Nickhun.” Nickhun melepaskan pelukannya lalu mengakui siapa dirinya sebenarnya."Maafkan aku, selama ini aku tidak menemuimu. Jangan tinggalkan aku, ada banyk hal yang harus kukatakan padamu."
Tiffany, tak bisa berkata apa-apa. Matanya berkca. Dia terharu. Tiffany memeluk Ninckhun dengan erat. Tak disangka, orang yang dia tungu-tunggu selama ini adalah orang yang ia lihat setiap hari.
"Saranghaeyo," ungkap Tiffany.
Nickhun tersenyum. "Nado"
           
       “And this bird not just flying me to my dreams. But this bird, made my heart flying to you”


[THE END]

------------------------------------------------------------------------------------

Akhirnya FF ini selesai juga. AA maap kalo ceritanya kurang menarik ato gimana. Ini bikinnya juga mendadak dan belu preapare. Sebenarnya ide cerita ini udah lama, tapi baru sepet bikin sekarang. Jangan lupa cuap-cuapnya alian komentar soal FF ini. Gamsahanida^^

1 komentar:

  1. Nickhun napa bisa lupa sih ama Tiffany -_-
    Ya ampun bang, masih muda udah pikunan aja -_-
    Untung happy ending ya, soalnya ni stok air mata bisa habis kalau endingnya nyesek :'3 *ngek

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...