Alter You
[CHAPTER 5]
[Cast]
Krystal
JungF(X)
Kai
EXO
Minho
SHINee
[Rating]
PG-13
[Genre]
Mystery
– Physycology - Love
[Length]
Chaptered
[Dislaimer]
PLEASE
DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF/ COVER AS YOURS. PLEASE LEAVE
YOUR COMMENT BEFORE GO. WARNING THERE ARE SOME TYPO(S). Gamsahamnida^^
“Kenapa
pagi-pagi kau memintaku datang kemari?” tanya wanita itu.
“Aku
ingin minta tolong padamu,” jawab Minho.
“Apa
yang bisa kubantu?”
“Aku
ingin memintamu menyelidik sesuatu—“ Minho menjelaskan detail mengenai
alamarhum kekasihnya Jessica alias Krystal.
“Sebelumnya,
ada orang yang memintaku untuk menyelidiki hal yang sama. Apakah wanita yang
bernama Krystal adalah dia yang mati pada kecelakaan tunggal beberapa waktu
lalu?”
“Ya.
Apakah dia bernama Kai?”
“Ya.
Aku harap kalian tak keberatan untuk berbagi inormasi karena kalian memintaku
menyelidiki kejadian dan orang yang sama.”
“Aku
pun harap seperti itu.”
“Ada
alagi yang bisa kubantu?”
Minho
menggeleng. Namun dia memberikan beberapa data mengenai pribadi Jessica yang
dia ketahui. Dan pribadi Krystal yang dia ketahui. Setelah itu, Wanita tersebut
pamit.
Biar
kujelaskan siapa wanita itu. Dia adalah teman baik Minho sewaktu SMA. Tepatnya,
junior. Dia adalah psikolog sekaligus detektif. Namanya, Luna. Cantik.
Sebenarnya dia merupakan kisah cinta lama Minho.
Luna
berjalan keluar dari café dan mulai memikirkan langkah apa saja yang harus dia
tempuh untuk menyelidiki ada keanehan apa yang terjadi dalam diri wanita
bernama Krystal Jung.
Ada
beberapa hal yang membuat kasus ini sulit. Petama, Krystal adalah seseorang
yang pendiam dan sebatang kara. Dia mulai hidup sendiri ketika dia keluar dari
panti asuhan saat dia lulus SMA.
Hal ini membuat cukup sulit mencari tahu yang
ada pada dalam dirinya ketika dia remaja. Bisa jadi dia menyimpan semua yang
terjadi hanya pada dalam dirinya sendiri.
Sementara
Jessica adalah seorang yang cukup ekstrovert, kasar, emosi yang meluap-luap dan
sinisme. Sifatnya sangat bertolak belakang dengan Krystal yang sangat feminin,
ramah dan intovert. Namun baik Jessica maupun Krystal, berada dalam satu tubuh.
Dua
jiwa dalam satu tubuh. Jika dikatakan seperti itu. Sejauh ini bisa kita
simpulkan kalau Krystal—
Berkepribadian
ganda.
Hipotesa
sementara dari Luna seperti itu. Namun dia harus mencari sumber data lainnya
yang berkaitan dengan almarhum. Tidak, tidak Luna tidak ingin memulai jauh-jauh
dari panti asuhan.
Luna
ingin mengunjungi apartemen Krystal. Sebenarnya, apartemen Krystal masih
dipasang garis polisi terkait pelaporan kasus teror kaca pecah dikamar Krystal
yang dilaporkan Kai kemarin.
Kai
menemani Luna dari belakang. Bukan cuma Kai, karyawan apartemen pun menemaninya.
Luna melihat kesekeliling kamar Krystal
dari luar. Menurut penurutan Kai, kondisinya tak ada yang berubah.
Tanpa
ragu dan hati-hati Luna menerobos garis polisi untuk melihat lebih detail
tentang kamar Krystal terutama terror tersebut.
Luna berada cukup lama didalam kamar. Meneliti
satu-persatu dengan cermat. Karyawan apartemen diminta untuk tidak membuka
mulut.
“Kai, apa Krystal adalah seorang yang phobia
akan sesuatu? Ataukah dia adalah orang yang selalu waspada?”
“Dia phobia akan kegelapan. Dia selalu
waspada. Dibalik dirinya yang ramah dia sebenarnya menjaga jarak dengan orang.”
Luna menyalakan komputer milik Krystal dan
menyalin hard disk milik Krystal. Setelah selesai, Luna keluar dari kamar
Krystal. Sekarang Luna menjelajah sudut demi sudut apartemen Krystal.
Penyelidikan dihentikan ketika perut Luna
mulai mengaum. Luna mengucapkan terimakasih kepada Kai dan karyawan apartemen
sekaligus memitanya sekali lagi untuk tutup mulut ketika melihatnya melanggar
garis polisi. Setelah itu dia pamit untuk makan siang sambil menyelidiki.
Menurut penuturan Kai tadi, Krystal adalah
orang yang selalu waspada. Maka dari itu, Luna meneliti barang-barang yang ada
di rumah Krystal. Krystal orang yang sangat waspada.
Ada CCTV dimana-mana.
Dikamarnya, diperabot ruang tamunya,
didapurnya, dibalkon apartemennya. Luna juga menemukan pena berkamera ditas dan
saku cardigan yang dia pakai.
Menurut hasil autopsi, Krystal sempat menenggak
beberapa pil ekstasi sebelum kejadian kecelakaan tunggalnya. Ekstasi juga Luna
temukan di tas, dan saku celananya.
Ya, Krystal seorang pecandu. Namun baru
diketahui kalau dia itu menjadi pecandu sejak awal bulan ini. Dia stress berat
dan melarikan diri ke ekstasi. Akibat ekstasi dia berhalusinasi mengenai Tuan
Kim, seorang tetangganya yang dulu melecehkan dia, negitu hipotesa sementara
Luna.
Luna memeriksan salinan data hard disk
komputer Krystal. Ternyata banyak sekali video CCTV yang disimpannya disana. Sebagian
video yang sudah dia periksa, tidak ada satupun yang memperlihatkan orang lain
yang masuk selain Krystal, Kai, dan sesekali karyawan apartemen. Namun ini baru
sebagaian.
Ya, sejauh ini menurut pemeriksaan, Tuan Kim
tidak pernah datang ke apartemen Krystal. Dia berhalusinasi. Luna meneguk air
putih sedikit untuk merilekskannya mengatasi kasus ini.
Setelah menyelidiki kasus ini, Luna berencana
berkeliling Kota Seoul untuk sedikit berrefreshing. Mungkin seminggu. Atau
mungkin lebih. Luna tak becus? Mungkin.
***
Bunga Aster ditaruh didepan laci abu Krystal.
Lelaki itu melihat foto Krystal dia lalu tersenyum mencibir. Ekspresinya
menandakan sebuah kemenangan. Lalu, lelaki itu keluar dari situ. Lelaki itu
berpapasan dengan Minho saat keluar. Namun Minho tak memperhatikannya.
***
“U~~ yeah,” Luna membuka pembicaraan ditelepon
dengan Minho.
“Ada apa?” tanya Minho bingung.
“Mari kita bertemu di café tempat kerjamu. Aku
baru selesai berlibur 1 hari mengeliling Kota Seoul. Aku ingin memberikanmu
cenderamata.”
“Kau gila? Bagaimana dengan kasusku? Lagipula,
aku sudah tinggal di Seoul, jadi untuk apa kau memberikanku cenderamata!?”
“Wew, santai. Kau pasti senang akan hal ini
saat mengdengarnya. Aku sampai disana 30 menit lagi. Bye!” Luna menutup
telepon.
Minho belum sempat berbicara namun dia sudah
menutupnya. Detektif yang berlibur saat menangani sebuah kasus dan membelikan
oleh-oleh bagi kliennya yang tinggal
dikota yang sama, hanya Luna seorang.
Luna datang, kemudian Kai datang. Minho telah
menyediakan minuman untuk mereka berdua. Disela-sela jam kerjanya dia masih
sempat menerima tamu.
“Apa kau bergurau Luna?” tanya Minho.
Luna tersenyum lalu membuka tasnya. “Ini dia
oleh-oleh untuk kalian berdua.”
Kai dan Minho memandang Luna dengan heran. Luna
mengeluarkan sebuah buku. Buku kecil dengan beberapa tempelan lucu diatasnya.
“Ini buku catatan pelajaran Krystal semasa dia
di SMA,” terangnya. “Aku sudah menganalisa tulisannya dengan tulisan terror
yang ditulis dikamar Krystal. Coba kalian lihat apa bedanya?”
Minho & Kai memperhatikan dengan teliti.
Cukup lama.
“Sama…..” simpul Minho dan Kai bersamaan.
“Yup.
Terimakasih. Tulisan ini sama. Dan, menurut rekaman CCTV yang ada dikamar
Krystal, pada sehari sebelum kejadian sekitar pukul 11.00 Krystal masuk dari
apartemennya dan keluar pukul 11.30.”
Luna
menyalakan laptopnya memperlihatkan rekaman hari sebelum kejadian. Krystal
masuk kedalam kamar hanya dengan kaos oblong biasa dan celana jeans. Dia tidak
terlihat memakai dress atau pakaian yang membuat dia terlihat lebih ‘istimewa’
untuk dipandang.
“Itu
Jessica,” kata Minho. “Jessica selalu berpakaian seperti itu.”
Minho
sangat mengenali kalau yang masuk itu adalah kekasihnya, Jessica. Maksudnya,
Krystal yang saat itu menjadi pribadi Jessica. Kai belum berkomentar apapun,
dia masih mengamati.
Krystal
yang saat itu menjadi pribadi Jessica masuk dan terlihat seperti mencari
keberadaan seseorang. Lalu, karena seseorang yang dia cari itu tidak ada, dia
masuk ke kamar. Kemudian memecahkan kaca, melukai dirinya sedikit untuk
menuliskan dengan darahnya di kaca, dan menulis tembok dengan pilox merah.
Setelah
melancarkan aksinya itu, dia keluar dari apartemen. Lalu pada jam 00.00 malam
Krystal datang lagi ke apartemennya dengan agak bingung.
“Itu… piyama Jessica!” komentar Minho. “Aku
pernah melihatnya sebelumnya.
Dia pergi
ke dapur sebentar untuk mengambil minum dan masuk ke kamarnya.
Krystal
lalu berteriak. Dia ketakutan dan akhirnya naik ketas tempat tidaur bersembunyi
dibalik selimut dan berusaha menelpon seseorang sebelum akhirnya dia ketakutan
dengan seusatu yang tidak ada didepannya. Krystal berhalusinasi.
“Jika,
yang dikatakan Minho benar kalau itu Jessica, berarti Jessicalah yang meneror
Krystal. Lalu ketika kembali pada tengah malam, dia telah menjadi Krystal. Ini
bisa dilihat kalau dia sedang bingung ketika masuk ke apartemen dan ketakutan
atas tulisan didinding,” Kai menyimpulkan.
“Benar
sekali Kai!” imbuh Luna.
“Baik
Jessica maupun Krystal walaupun mereka adalah kedua jiwa yang berada dalam satu
tubuh, tapi mereka tak saling mengenal…….,” gumam Minho.
Semuanya
terdiam. Luna meneguk minumnya. Dia tiba-tiba seperti mendapatkan ilham. “Aku
curiga dia mengidap Alter Ego.”
“Alter
Ego?” Minho dan Kai bertanya-tanya.
“Nde.
Alter, berasal dari bahasa Yunani yang artinya lain. Alter Ego, diri yang lain.
Kondisi dimana seseorang mempunyai dua kepribadian atau lebih. Sebabnya bisa
dikarenakan trauma atas kejadian masa kecil sehingga seseorang membuat ‘dunia
baru’ diluar dunianya yang sesungguhnya.”
“Tapi,
kenapa Krystal dan Jessica bisa saling tidak mengenal?” tanya Kai.
“Ini
baru dugaanku sementara,” kata Luna. “Sebenarnya, kita juga memiliki Alter Ego,
namun belum terlalu kuat atau menguasai diri kita. Ketika alter ego mengusai
diri seseorang, boleh jadi ‘dia yang sebenarnya’ hilang dari dirinya. Alter ego
bisa memakai diri tersebut bisa jadi lama sekali, ataupun, hanya sementara.”
“Namun,
aku perlu melakukan tes lebih lanjut terhadapnya. Sedangkan, dia sudah
meninggal,” imbuh Luna.
Cukup
lama berbincang didalam, Luna kembali melanjutkan liburannya. Dia ingin menjelajah
kota Seoul untuk mencari tahu tentang Krystal. Who are you Agassi?
Luna
membagi tugas dengan Kai dan Minho. Bukan apa-apa, dia hanya ingin mepercepat sekaligus
meringankan kerjanya sebagai detektif.
Kai
diminta mempelajari lebih lanjut tentang masa kecil Krystal. Dan Minho tentang
Jessica. Luna akan mencari tahu tentang Krystal pada masa sekolahnya dulu. Luna
menuju SMP dimana Krystal bersekolah dulu.
Memang
bukan sebuah SMP yang istimewa. Letaknya pun tak jauh dari panti asuhan Krystal
dulu. Luna ingin menemui guru Krystal.
“Tolong,
ceritakan mengenai Krystal pada masa sekolah dulu,” minta Luna pada guru yang
dulu menjadi wali kelas Krystal.
Guru
yang bermarga Hwang itu terdiam sejenak mengingat, lalu akhirnya membuka mulut,
“Krystal dia soerang murid yang pendiam. Karena sifatnya itu dia cukup sering
dibully. Dia seorang murid yang kadang pintar dalam suatu bidang namun kadang
tidak.”
“Maksudnya?”
Luna semakin tertarik.
“Krystal
adalah seseorang yang pintar Matematika dan Seni. Namun seperti yang saya
bilang, dia kadang pintar kadang tidak. Pernah waktu itu—“
Waktu sekolah dulu…
“Krystal,
tolong maju kedepan dan selesaikan soal ini,” minta Ibu Hwang.
Krystal
tidak merespon. Dia hanya menulis-nulis pada buku miliknya.
“Krystal….”
Krystal
tidak merespon. Dia malah mencari-cari seseorang. Temannya yang disampingnya
menegurnya. Dia seperti keheranan dan akhirnya maju. Namun dia tidak bisa
mengerjakannnya. Padahal itu adalah review pelajaran minggu lalu dan dia
mendapatkan nilai sempurna untuknya. Sekelas menertawakannya, lalu dia duduk
kembali ketempat duduknya.
Krystal
kadang kala sering mendapatan nilai sempurna dalam ujian seni. Karyanya sangat
bagus. Padahal di sangat membenci seni.
Ada
suatu kejadian lain lagi dimana ketika dia tiba-tiba begitu emosional dari
biasanya. Waktu itu pelajaran olehraga. Temannya mengejeknya lalu dia memukul
temannya. Padahal biasanya dia hanya diam dan menunduk.
Dia
juga pernah tiba-tiba seperti orang linglung dan keluar dari kelas ketika jam
pelajaran sedang berlangsung. Dia langsung keluar dari kelas tanpa meminta izin.
“Anak
itu, misterius sekali. Dia kadang-kadang seperti tidak mengenali dirinya
sendiri,” komentar guru Krystal. “Namun, dia sempat cukup sering berbicara
dengan seorang temannya.”
“Siapa
dia?”
“Hm….,
namanya Victoria. Beberapa watu lalu aku bertemu dengannya di tempat internet
di sekitaran—“ gurunya menyebutkan alamat warnet milik Victoria.
Setelah
mendapatkan informasi yang cukup tentang Krystal, Luna beranjak menuju alamat
yang diberikan oleh guru Krystal. Tempatnya cukup jauh dari sekolah. Lebih
mengarah ke jantung kota.
Warnet
itu berada disebelah toserba 24 jam. Luna masuk ke dalam warnet. Warnet yang
terlihat cozy ini cukup ramai. Karena mungkin tarinya cukup terjangkau. Dan,
konsepnya juga dibuat ala-ala gamers.
Ada seorang wanita yang duduk menjada warnet
tersebut. Luna menghampirinya. “Saya mencari nona Victoria. Apakah anda
mengenalnya?”
Wanita
itu melihat wajah Luna, dan berusaha mengingatnya.
“Victoria?
Dia pemilik warnet ini. Mari saya antarkan ke atas untuk menemuinya,” kata
wanita itu.
Naik
kelantai dua, ada sebuah ruangan diaman wanita yang bernama Victoria berkantor.
Victoria mempersilahkan Luna masuk dan melihat Luna dari balik kacamata
minusnya. Dia sedang bermain komputer dengan memakai headphone dikepalanya.
Luna
masuk dan merasakan hawa gamers disana. Luna mengenal beberapa poster anime
yang ditempel diruangan tersebut.
“Silahkan
duduk. Adakah yang bisa saya bantu?” kata Victoria mempersilahkan. “Sebelumnya,
apakah kita pernah bertemu.”
“Terimakasih.
Sebelumnya kita memang belum pernah bertemu. Saya ingin mengetahui soal teman SMA anda.”
“Teman
SMA? Siapa?”
“Krystal
Jung.”
“Aaah…
dia. Memangnya ada apa dengan dia?”
“Aku
dengar, anda pernah cukup sering berbicara dengannya. Bisakah anda ceritakan
tentang dia?”
“Dia,
adalah seorang yang misterius. Dia cukup sering berbicara dengan saya dibanding
teman-timan lainnya karena waktu itu saya teman sekamarnya waktu di panti
asuhan. Dia adalah anak yang aneh—“
Victoria
menceritakan ketika Krystal dipanggil mengerjakan soal dipapan oleh Ibu Hwang,
Namun dia tidak bisa. Saat dia kembali ke tempat duduknya—
“Aku
bilang, ‘Ada apa denganmu Krystal?’ Lalu dia melihat kearahku dan berkata.
‘Krystal? Siapa dia? Aku Jessica!” jelas Victoria. “Dan itu bukan sekali.
Berkali-kali! Dia juga sering bermimpi buruk di panti. Dia sering berhalusinasi
tentang Tuan Kim.”
“Ah..
benarkah?” gumam Luna. “Kalau begitu terimakasih atas cerita anda yang
mendetail. Aku permisi dulu.”
Luna
lalu pamit. Dugaan Luna tentang Krystal mengidap alter ego semakin kuat.
Tiba-tiba ponsel Luna berdering. Telepon dari seseorang.
(To be continued)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nih FF kayaknya tambah abal deh TT__TT Semoga kalian masih setia mengikuti kelanjutannya ya. Udah temuin titik terangkan, dari kebingungan kalian selama ini tentang chapter sebelumnya? Buat kalian yang pengen tau lebih lanjut tentang Alter Ego bisa buka DISINI
FYI, karena banyak yang ngeluh terlalu sedikit isi per chapternya, aku tambahin 3 halaman Ms.Word. Gamsahamnidaaaa~~~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar