13 Agustus 2014

[FF] Alter You (Chapter. 5)

Alter You

[CHAPTER 5]

[Cast] 
Krystal JungF(X)
Kai EXO
Minho SHINee
[Rating]
PG-13
[Genre]
Mystery – Physycology - Love
[Length]
Chaptered
[Dislaimer]
PLEASE DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF/ COVER AS YOURS. PLEASE LEAVE YOUR COMMENT BEFORE GO. WARNING THERE ARE SOME TYPO(S). Gamsahamnida^^

            “Kenapa pagi-pagi kau memintaku datang kemari?” tanya wanita itu.
            “Aku ingin minta tolong padamu,” jawab Minho.
            “Apa yang bisa kubantu?”
            “Aku ingin memintamu menyelidik sesuatu—“ Minho menjelaskan detail mengenai alamarhum kekasihnya Jessica alias Krystal.
            “Sebelumnya, ada orang yang memintaku untuk menyelidiki hal yang sama. Apakah wanita yang bernama Krystal adalah dia yang mati pada kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu?”
            “Ya. Apakah dia bernama Kai?”
            “Ya. Aku harap kalian tak keberatan untuk berbagi inormasi karena kalian memintaku menyelidiki kejadian dan orang yang sama.”
            “Aku pun harap seperti itu.”
            “Ada alagi yang bisa kubantu?”
            Minho menggeleng. Namun dia memberikan beberapa data mengenai pribadi Jessica yang dia ketahui. Dan pribadi Krystal yang dia ketahui. Setelah itu, Wanita tersebut pamit.
            Biar kujelaskan siapa wanita itu. Dia adalah teman baik Minho sewaktu SMA. Tepatnya, junior. Dia adalah psikolog sekaligus detektif. Namanya, Luna. Cantik. Sebenarnya dia merupakan kisah cinta lama Minho.
            Luna berjalan keluar dari café dan mulai memikirkan langkah apa saja yang harus dia tempuh untuk menyelidiki ada keanehan apa yang terjadi dalam diri wanita bernama Krystal Jung.
            Ada beberapa hal yang membuat kasus ini sulit. Petama, Krystal adalah seseorang yang pendiam dan sebatang kara. Dia mulai hidup sendiri ketika dia keluar dari panti asuhan saat dia lulus SMA.
Hal ini membuat cukup sulit mencari tahu yang ada pada dalam dirinya ketika dia remaja. Bisa jadi dia menyimpan semua yang terjadi hanya pada dalam dirinya sendiri.
            Sementara Jessica adalah seorang yang cukup ekstrovert, kasar, emosi yang meluap-luap dan sinisme. Sifatnya sangat bertolak belakang dengan Krystal yang sangat feminin, ramah dan intovert. Namun baik Jessica maupun Krystal, berada dalam satu tubuh.
            Dua jiwa dalam satu tubuh. Jika dikatakan seperti itu. Sejauh ini bisa kita simpulkan kalau Krystal—
            Berkepribadian ganda.
            Hipotesa sementara dari Luna seperti itu. Namun dia harus mencari sumber data lainnya yang berkaitan dengan almarhum. Tidak, tidak Luna tidak ingin memulai jauh-jauh dari panti asuhan.
            Luna ingin mengunjungi apartemen Krystal. Sebenarnya, apartemen Krystal masih dipasang garis polisi terkait pelaporan kasus teror kaca pecah dikamar Krystal yang dilaporkan Kai kemarin.
            Kai menemani Luna dari belakang. Bukan cuma Kai, karyawan apartemen pun menemaninya. Luna  melihat kesekeliling kamar Krystal dari luar. Menurut penurutan Kai, kondisinya tak ada yang berubah.
            Tanpa ragu dan hati-hati Luna menerobos garis polisi untuk melihat lebih detail tentang kamar Krystal terutama terror tersebut.
Luna berada cukup lama didalam kamar. Meneliti satu-persatu dengan cermat. Karyawan apartemen diminta untuk tidak membuka mulut.
“Kai, apa Krystal adalah seorang yang phobia akan sesuatu? Ataukah dia adalah orang yang selalu waspada?”
“Dia phobia akan kegelapan. Dia selalu waspada. Dibalik dirinya yang ramah dia sebenarnya menjaga jarak dengan orang.”
Luna menyalakan komputer milik Krystal dan menyalin hard disk milik Krystal. Setelah selesai, Luna keluar dari kamar Krystal. Sekarang Luna menjelajah sudut demi sudut apartemen Krystal.
Penyelidikan dihentikan ketika perut Luna mulai mengaum. Luna mengucapkan terimakasih kepada Kai dan karyawan apartemen sekaligus memitanya sekali lagi untuk tutup mulut ketika melihatnya melanggar garis polisi. Setelah itu dia pamit untuk makan siang sambil menyelidiki.
Menurut penuturan Kai tadi, Krystal adalah orang yang selalu waspada. Maka dari itu, Luna meneliti barang-barang yang ada di rumah Krystal. Krystal orang yang sangat waspada.
Ada CCTV dimana-mana.
Dikamarnya, diperabot ruang tamunya, didapurnya, dibalkon apartemennya. Luna juga menemukan pena berkamera ditas dan saku cardigan yang dia pakai.
Menurut hasil autopsi, Krystal sempat menenggak beberapa pil ekstasi sebelum kejadian kecelakaan tunggalnya. Ekstasi juga Luna temukan di tas, dan saku celananya.
Ya, Krystal seorang pecandu. Namun baru diketahui kalau dia itu menjadi pecandu sejak awal bulan ini. Dia stress berat dan melarikan diri ke ekstasi. Akibat ekstasi dia berhalusinasi mengenai Tuan Kim, seorang tetangganya yang dulu melecehkan dia, negitu hipotesa sementara Luna.
Luna memeriksan salinan data hard disk komputer Krystal. Ternyata banyak sekali video CCTV yang disimpannya disana. Sebagian video yang sudah dia periksa, tidak ada satupun yang memperlihatkan orang lain yang masuk selain Krystal, Kai, dan sesekali karyawan apartemen. Namun ini baru sebagaian.
Ya, sejauh ini menurut pemeriksaan, Tuan Kim tidak pernah datang ke apartemen Krystal. Dia berhalusinasi. Luna meneguk air putih sedikit untuk merilekskannya mengatasi kasus ini.
Setelah menyelidiki kasus ini, Luna berencana berkeliling Kota Seoul untuk sedikit berrefreshing. Mungkin seminggu. Atau mungkin lebih. Luna tak becus? Mungkin.
***
Bunga Aster ditaruh didepan laci abu Krystal. Lelaki itu melihat foto Krystal dia lalu tersenyum mencibir. Ekspresinya menandakan sebuah kemenangan. Lalu, lelaki itu keluar dari situ. Lelaki itu berpapasan dengan Minho saat keluar. Namun Minho tak memperhatikannya.
***
“U~~ yeah,” Luna membuka pembicaraan ditelepon dengan Minho.
“Ada apa?” tanya Minho bingung.
“Mari kita bertemu di café tempat kerjamu. Aku baru selesai berlibur 1 hari mengeliling Kota Seoul. Aku ingin memberikanmu cenderamata.”
“Kau gila? Bagaimana dengan kasusku? Lagipula, aku sudah tinggal di Seoul, jadi untuk apa kau memberikanku cenderamata!?”
“Wew, santai. Kau pasti senang akan hal ini saat mengdengarnya. Aku sampai disana 30 menit lagi. Bye!” Luna menutup telepon.
Minho belum sempat berbicara namun dia sudah menutupnya. Detektif yang berlibur saat menangani sebuah kasus dan membelikan oleh-oleh  bagi kliennya yang tinggal dikota yang sama, hanya Luna seorang.
Luna datang, kemudian Kai datang. Minho telah menyediakan minuman untuk mereka berdua. Disela-sela jam kerjanya dia masih sempat menerima tamu.
“Apa kau bergurau Luna?” tanya Minho.
Luna tersenyum lalu membuka tasnya. “Ini dia oleh-oleh untuk kalian berdua.”
Kai dan Minho memandang Luna dengan heran. Luna mengeluarkan sebuah buku. Buku kecil dengan beberapa tempelan lucu diatasnya.
“Ini buku catatan pelajaran Krystal semasa dia di SMA,” terangnya. “Aku sudah menganalisa tulisannya dengan tulisan terror yang ditulis dikamar Krystal. Coba kalian lihat apa bedanya?”
Minho & Kai memperhatikan dengan teliti. Cukup lama.
“Sama…..” simpul Minho dan Kai bersamaan.
            “Yup. Terimakasih. Tulisan ini sama. Dan, menurut rekaman CCTV yang ada dikamar Krystal, pada sehari sebelum kejadian sekitar pukul 11.00 Krystal masuk dari apartemennya dan keluar pukul 11.30.”
            Luna menyalakan laptopnya memperlihatkan rekaman hari sebelum kejadian. Krystal masuk kedalam kamar hanya dengan kaos oblong biasa dan celana jeans. Dia tidak terlihat memakai dress atau pakaian yang membuat dia terlihat lebih ‘istimewa’ untuk dipandang.
            “Itu Jessica,” kata Minho. “Jessica selalu berpakaian seperti itu.”
            Minho sangat mengenali kalau yang masuk itu adalah kekasihnya, Jessica. Maksudnya, Krystal yang saat itu menjadi pribadi Jessica. Kai belum berkomentar apapun, dia masih mengamati.
            Krystal yang saat itu menjadi pribadi Jessica masuk dan terlihat seperti mencari keberadaan seseorang. Lalu, karena seseorang yang dia cari itu tidak ada, dia masuk ke kamar. Kemudian memecahkan kaca, melukai dirinya sedikit untuk menuliskan dengan darahnya di kaca, dan menulis tembok dengan pilox merah.
            Setelah melancarkan aksinya itu, dia keluar dari apartemen. Lalu pada jam 00.00 malam Krystal datang lagi ke apartemennya dengan agak bingung.
“Itu… piyama Jessica!” komentar Minho. “Aku pernah melihatnya sebelumnya.
 Dia pergi ke dapur sebentar untuk mengambil minum dan masuk ke kamarnya.
            Krystal lalu berteriak. Dia ketakutan dan akhirnya naik ketas tempat tidaur bersembunyi dibalik selimut dan berusaha menelpon seseorang sebelum akhirnya dia ketakutan dengan seusatu yang tidak ada didepannya. Krystal berhalusinasi.
            “Jika, yang dikatakan Minho benar kalau itu Jessica, berarti Jessicalah yang meneror Krystal. Lalu ketika kembali pada tengah malam, dia telah menjadi Krystal. Ini bisa dilihat kalau dia sedang bingung ketika masuk ke apartemen dan ketakutan atas tulisan didinding,” Kai menyimpulkan.
            “Benar sekali Kai!” imbuh Luna.
            “Baik Jessica maupun Krystal walaupun mereka adalah kedua jiwa yang berada dalam satu tubuh, tapi mereka tak saling mengenal…….,” gumam Minho.
            Semuanya terdiam. Luna meneguk minumnya. Dia tiba-tiba seperti mendapatkan ilham. “Aku curiga dia mengidap Alter Ego.”
            “Alter Ego?” Minho dan Kai bertanya-tanya.
            “Nde. Alter, berasal dari bahasa Yunani yang artinya lain. Alter Ego, diri yang lain. Kondisi dimana seseorang mempunyai dua kepribadian atau lebih. Sebabnya bisa dikarenakan trauma atas kejadian masa kecil sehingga seseorang membuat ‘dunia baru’ diluar dunianya yang sesungguhnya.”
            “Tapi, kenapa Krystal dan Jessica bisa saling tidak mengenal?” tanya Kai.
            “Ini baru dugaanku sementara,” kata Luna. “Sebenarnya, kita juga memiliki Alter Ego, namun belum terlalu kuat atau menguasai diri kita. Ketika alter ego mengusai diri seseorang, boleh jadi ‘dia yang sebenarnya’ hilang dari dirinya. Alter ego bisa memakai diri tersebut bisa jadi lama sekali, ataupun, hanya sementara.”
            “Namun, aku perlu melakukan tes lebih lanjut terhadapnya. Sedangkan, dia sudah meninggal,” imbuh Luna.
            Cukup lama berbincang didalam, Luna kembali melanjutkan liburannya. Dia ingin menjelajah kota Seoul untuk mencari tahu tentang Krystal. Who are you Agassi?
            Luna membagi tugas dengan Kai dan Minho. Bukan apa-apa,  dia hanya ingin mepercepat sekaligus meringankan kerjanya sebagai detektif.
            Kai diminta mempelajari lebih lanjut tentang masa kecil Krystal. Dan Minho tentang Jessica. Luna akan mencari tahu tentang Krystal pada masa sekolahnya dulu. Luna menuju SMP dimana Krystal bersekolah dulu.
            Memang bukan sebuah SMP yang istimewa. Letaknya pun tak jauh dari panti asuhan Krystal dulu. Luna ingin menemui guru Krystal.
            “Tolong, ceritakan mengenai Krystal pada masa sekolah dulu,” minta Luna pada guru yang dulu menjadi wali kelas Krystal.
            Guru yang bermarga Hwang itu terdiam sejenak mengingat, lalu akhirnya membuka mulut, “Krystal dia soerang murid yang pendiam. Karena sifatnya itu dia cukup sering dibully. Dia seorang murid yang kadang pintar dalam suatu bidang namun kadang tidak.”
            “Maksudnya?” Luna semakin tertarik.
            “Krystal adalah seseorang yang pintar Matematika dan Seni. Namun seperti yang saya bilang, dia kadang pintar kadang tidak. Pernah waktu itu—“
            Waktu sekolah dulu…
            “Krystal, tolong maju kedepan dan selesaikan soal ini,” minta Ibu Hwang.
            Krystal tidak merespon. Dia hanya menulis-nulis pada buku miliknya.
            “Krystal….”
            Krystal tidak merespon. Dia malah mencari-cari seseorang. Temannya yang disampingnya menegurnya. Dia seperti keheranan dan akhirnya maju. Namun dia tidak bisa mengerjakannnya. Padahal itu adalah review pelajaran minggu lalu dan dia mendapatkan nilai sempurna untuknya. Sekelas menertawakannya, lalu dia duduk kembali ketempat duduknya.
            Krystal kadang kala sering mendapatan nilai sempurna dalam ujian seni. Karyanya sangat bagus. Padahal di sangat membenci seni.
            Ada suatu kejadian lain lagi dimana ketika dia tiba-tiba begitu emosional dari biasanya. Waktu itu pelajaran olehraga. Temannya mengejeknya lalu dia memukul temannya. Padahal biasanya dia hanya diam dan menunduk.
            Dia juga pernah tiba-tiba seperti orang linglung dan keluar dari kelas ketika jam pelajaran sedang berlangsung. Dia langsung keluar dari kelas tanpa meminta izin.
            “Anak itu, misterius sekali. Dia kadang-kadang seperti tidak mengenali dirinya sendiri,” komentar guru Krystal. “Namun, dia sempat cukup sering berbicara dengan seorang temannya.”
            “Siapa dia?”
            “Hm…., namanya Victoria. Beberapa watu lalu aku bertemu dengannya di tempat internet di sekitaran—“ gurunya menyebutkan alamat warnet milik Victoria.
            Setelah mendapatkan informasi yang cukup tentang Krystal, Luna beranjak menuju alamat yang diberikan oleh guru Krystal. Tempatnya cukup jauh dari sekolah. Lebih mengarah ke jantung kota.
            Warnet itu berada disebelah toserba 24 jam. Luna masuk ke dalam warnet. Warnet yang terlihat cozy ini cukup ramai. Karena mungkin tarinya cukup terjangkau. Dan, konsepnya juga dibuat ala-ala gamers.
Ada seorang wanita yang duduk menjada warnet tersebut. Luna menghampirinya. “Saya mencari nona Victoria. Apakah anda mengenalnya?”
            Wanita itu melihat wajah Luna, dan berusaha mengingatnya.
            “Victoria? Dia pemilik warnet ini. Mari saya antarkan ke atas untuk menemuinya,” kata wanita itu.
            Naik kelantai dua, ada sebuah ruangan diaman wanita yang bernama Victoria berkantor. Victoria mempersilahkan Luna masuk dan melihat Luna dari balik kacamata minusnya. Dia sedang bermain komputer dengan memakai headphone dikepalanya.
            Luna masuk dan merasakan hawa gamers disana. Luna mengenal beberapa poster anime yang ditempel diruangan tersebut.
            “Silahkan duduk. Adakah yang bisa saya bantu?” kata Victoria mempersilahkan. “Sebelumnya, apakah kita pernah bertemu.”
            “Terimakasih. Sebelumnya kita memang belum pernah bertemu. Saya  ingin mengetahui soal teman SMA anda.”
            “Teman SMA? Siapa?”
            “Krystal Jung.”
            “Aaah… dia. Memangnya ada apa dengan dia?”
            “Aku dengar, anda pernah cukup sering berbicara dengannya. Bisakah anda ceritakan tentang dia?”
            “Dia, adalah seorang yang misterius. Dia cukup sering berbicara dengan saya dibanding teman-timan lainnya karena waktu itu saya teman sekamarnya waktu di panti asuhan. Dia adalah anak yang aneh—“
            Victoria menceritakan ketika Krystal dipanggil mengerjakan soal dipapan oleh Ibu Hwang, Namun dia tidak bisa. Saat dia kembali ke tempat duduknya—
            “Aku bilang, ‘Ada apa denganmu Krystal?’ Lalu dia melihat kearahku dan berkata. ‘Krystal? Siapa dia? Aku Jessica!” jelas Victoria. “Dan itu bukan sekali. Berkali-kali! Dia juga sering bermimpi buruk di panti. Dia sering berhalusinasi tentang Tuan Kim.”
            “Ah.. benarkah?” gumam Luna. “Kalau begitu terimakasih atas cerita anda yang mendetail. Aku permisi dulu.”
            Luna lalu pamit. Dugaan Luna tentang Krystal mengidap alter ego semakin kuat. Tiba-tiba ponsel Luna berdering. Telepon dari seseorang.

            (To be continued)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nih FF kayaknya tambah abal deh TT__TT Semoga kalian masih setia mengikuti kelanjutannya ya. Udah temuin titik terangkan, dari kebingungan kalian selama ini tentang chapter sebelumnya? Buat kalian yang pengen tau lebih lanjut tentang Alter Ego bisa buka DISINI
FYI, karena banyak yang ngeluh terlalu sedikit isi per chapternya, aku tambahin 3 halaman Ms.Word. Gamsahamnidaaaa~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...