02 September 2014

[FF] Alter You (Chapter.6) (END)

Alter You

[CHAPTER 6]
[END]

[Cast] 
Krystal JungF(X)
Kai EXO
Minho SHINee
[Rating]
PG-13
[Genre]
Mystery – Physycology - Love
[Length]
Chaptered
[Dislaimer]
PLEASE DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF/ COVER AS YOURS. PLEASE LEAVE YOUR COMMENT BEFORE GO. WARNING THERE ARE SOME TYPO(S). Gamsahamnida^^

Dugaan Luna tentang Krystal mengidap alter ego semakin kuat. Tiba-tiba ponsel Luna berdering. Telepon dari seseorang.
“Yeoboseyo?”
“Kau tidak akan percaya ini. Aku menemukan hal baru dalam kasus Krystal-Jessica. Mari bertemu,” kata seseorang diujung telepon.
“Ah.. begitukah? Tapi hari ini aku masih sibuk. Bagaimana jika kita membicarakan ini saat makan siang ditempat seperti biasa. Aku masih harus menemukan beberapa hal lagi mengenai kasus ini.”
“Baiklah, aku akan mengirikan sedikit data yang kudapat kepadamu agar kau bisa mendapatkan gambaran tentangnya. Sampai jumpa.”
Luna menutup telepon. Kai yang menguhubunginya. Setelah mendapatkan informasi tentang Krystal, Luna bergegas menuju tempat lain dimana dia bisa mendapatkan keterangan keterangan yang lain.
Sementara di lain tempat, Kai sedang berada di apartemen Krystal. Apartemen yang kini tak berpenghuni itu menyimpan banyak sekali petunjuk. Kai tidak menuruti yang Luna katakan yaitu untuk mempelajari masa kecil Krystal
            Dia malah menyelidiki hal lain tentang pebunuhan Krystal. Beruntung Kai mendapat hal yang sangat menarik. Sebuah sapu tangan pria. Berarti seseorang masuk kesini?  Bisa jadi. Kai turun meuju tempat parkir lalu menuju ruang cctv untuk melihat cctv malam dimana Krystal tewas.
            Pada CCTV yang dipasang dikoridor apartemen Krystal, terlihat seorang wanita berpakaian cukup glamour masuk kedalam apartemen Krystal. Dia memakai topi yang berenda sehingga sulit mengetahui siapa dia.
Krystal menerimanya masuk. Dan selang 15 menit kemudian Krystal keluar dari apartemennya dengan ekspresi ketakutan. Wanita yang masuk apartemen itu, berusaha mengejar Kystal.
Krystal keluar menuju basement untuk mengambil mobilnya dengan masih mengenakan sandal rumahnya. Dia berlari ketakutan saat keluar untuk mengambil mobilnya. Tak ada lagi orang yang mengejarnya.
            Krystal masuk kedalam mobilnya dan menancap gas sehingga membuat mobilnya mengebut. Sebuah mobil membuntutinya dari belakang. Begitulah kronologis yang diceritakan oleh CCTV.
            Kai menelepon polisi untuk menanyakan sesuatu. Pembicaraannya cukup singkat. Setelah berbicara di telepon, Kai menuju tempat pengelolaan mobil bekas. Biasanya, mobil-mobil dihancurkan disana.  Tempatnya cukup jauh dari pusat kota.
            Matahari telah terbenam ketika Kai sampai disana. Banyak mobil yang ditumpuk. Kai bergagas menghampiri penjaga lahan yang berhektar-hektar ditumpuki mobil itu. Sebuah pos kecil dengan lampu yang agak redup.
            “Permisi, apakah mobil yang datang satu minggu terakhir sudah dihancurkan?” tanya Kai.
            “Sepertinya tidak semua. Anda siapa?”
            “Saya sedang mencari mobil pacar saya yang waktu itu menjadi korban tabrakan. Boleh saya masuk untuk mencarinya?”
            “Silahkan.”
            Kai mencari mobil Krystal diantara banyaknya tumpukan mobil yang sudah tua, ataupun rusak lantaran kecelakaan dan lainnya. Kai menemua sebuah mobil hitam yang berplat sama dengan mobil yang dicarinya.
            Kai memeriksa kedalam mobil tersebut. Dia mengutak-atik black box mobil lalu mengucapkan terimakasih pada penjaga lahan dan pergi. Setidaknya, disini dia bisa mendapatkan beberapa hal.
            Kai memutuskan untuk pulang karena sudah terlalu gelap untuk menyusuri jalan yang dilewati Krystal dengan mobilnya ketika kecelakaan. Kai hanya melewati jalan yang menjadi TKP. Dia menunda investigasinya besok.
            Walau sudah malam, Minho belum juga beranjak dari  rumah Jessica. Dia masih menggeledah beberapa barang milik Jessica. Minho baru sadar saking dalam cintanya pada Jessica, dia sampai tak menyangka betapa abu-abunya latar belakang Jessica.
            Sebelumnya Jessica belum pernah mengungkapkan tentang masa lalunya. Dia hanya mengatakan kalau dia yatim piatu. Minho hanya menemukan foto masa kecilnya bersama ayah dan ibunya. Hal lain tentang keluarganya, sungguh sangat kelabu. Minho pulang ketika jam menunjukkan pukul 11 malam.
***
            Jam makan siang yang cukup ramai di ‘markas’ Minho. Kai dan Luna sudah berada disana. Mereka duduk disebuah meja bundar yang diletakkan laptop, dan beberapa map diatasnya.
            Luna menyeruput tehnya. Dan melihat kearah Kai dan berkata, “Apa yang ingin kau katakan kemarin?”
            “Aku belum terlalu yakin. Namun bisa jadi Krystal bukan karena berhalusinasi tentang Tuan Kim. Namun dia dibunuh….,” gumam Kai. Ekspresinya menandakan kalau dia sedang memikirkan sesuatu.
“Bagaimana bisa seperti itu?” Minho menanggapi.
Kai menceritakan apa yang dia dapat kemarin seraya mengeluarkan sapu tangan tersebut. Luna diam selama Kai menceritakan apa yang terjadi sambil mebuka file  di laptopnya. Minho mendengarkan dengan seksama sambil mencoba mengingat keadaan sebelum dan saat kecelakaan terjadi.
“Ehm. Wanita yang bertopi renda itu, bukan seorang wanita. Namun seorang pria,” Luna menambahkan ketika Kai selesai bercerita.
Kai dan Minho menatap Luna dengan tatapan cukup kaget. Luna mengarahkan laptopnya kepada Minho dan Kai. Diputarnya sebuah video. Video itu bercerita:
Krystal dengan baju yang dia pakai untuk terakhir kalinya mempersilahkan duduk seorang tamunya. Dia wanita seperti yang diceritakan Kai. Berpakaian cukup glamour tapi terkesan nyentrik. Di memakai topi lebar yang berenda.
“Maaf, kalau boleh tahu bagaimana anda bisa kenal dengan ibu saya?” tanya Krystal pada tamu nyentriknya itu. “Anda bilang, dia menyampaikan pesan terakhir untuk saya sebelum dia meninggal.”
Dibalik rendanya, dia tertawa menyeringai.
“Maaf kalau aku tidak sopan. Tapi bisakah anda membuka topi anda yang besar itu. Aku ingin melihat wajah anda. Mungkin aku bisa mengenali siapa anda.”
Lagi-lagi orang itu tak menjawab. Dia kembali menyeringai dari balik rendanya. Krystal terlihat cukup waspada namun ekspresinya menunjukkan kalau dia cukup takut.
Wanita itu mengaluarkan sesuatu dari saku rok hitamnya. Dia membuka topinya. Rambutnya dipotong pendek seperti laki-laki. Dan struktur wajahnya sangat maskulin. Krystal merasa heran sekaligus takut.
Tamu Krystal ini memposisikan tangannya didepan juntaian renda topinya yang cukup panjang.. Tangan kirinya membuka topi. Sambil menangkat kepalanya, dia menekan sesuatu dari tangan kanannya,
KLEK
Mata pisau keluar dari tangannya itu. Dia menyeringai lalu berkata dengan suara beratnya:
“Aku menyampaikan pesan terakhir dari ibumu.”
“AAAAAA!!” Krystal berteriak ketakutan. Dia berlari menuju keluar.
Wanita yang ternyata lelaki itu melangkah dengan santainya menuju pintu sambil tertawa menyeringai. Sebuah sapu tangan tergeletak diatas sofa yang dia duduki. Lelaki itu tak menyadari kalau dia meninggalkan jejak berharga.
Begitulah yang diceritakan oleh CCTV yang dipasang dirumah Krystal. Luna menyandarkan dirinya pada kursi yang mepunyai sandaran lebar itu. Dia melihat Minho, lalu Kai. Mereka masih tak bergeming selama beberapa saat.
“Dari mana kau mendapatkan video ini?” tanya Minho.
“Krystal adalah seorang yang sangat waspada. Dia malah terkesan penakut. Sebagai jaga-jaga, dia meacang banyak CCTV dirumahnya. Padahal hanya dia seorang,” jawab Luna.
“Jika memang seperti itu, mobil yang membuntuti Krystal itu adalah mobil yang bekerja sama dengan lelaki tadi? Atau hanya kebetulan saja?”
“Kemungkinan dia yang mengarahkan Krystal hingga dia bisa sampai di tempat kejadian,” komentar Luna.
“Sayang, aku hanya mendapatkan sedikit informasi tentang Jessica. Yang aku dapat hanyalah foto keluarganya..,” Kata Minho.
“Ah.. begitukah? Bagaimana dengan bagaimana dia pindah kesana dan atas nama siapa?”
“Soal itu. Dia memakai nama Krystal Jung. Dan sudah sejak lama dia menyewa tempat itu. Sekitar 3 tahun yang lalu. Dan baru akhir-akhir ini dia jarang berada dirumah ketika dia  berubah menjadi Krystal.”
“Bagaimana tetangganya mengenalnya?”
            “Dia kurang berinteraksi dengan tetangganya.”
            “Dia menjadi Jessica selama aku masih berada di Amerika… Tahun Kedua adalah ketika dia pindah ke apartemenku. Tak lama aku pergi ke Amerika….,” Kai bergumam sendiri.
            “Jessica muncul ketika kau berada di Amerika. Jelas sekali kalau Krystal kehilangan memorinya tentang dia tinggal dimana sebelumnya. Kalau dia ingat, pasti dia sudah mengurus kepindahannya atau dia berpikir dia sudah mengurusnya. Dan Jessica, nampaknya dia secara tak sadar merasa kalau itu adalah rumahnya…,” Luna berspekulasi.
            Dia mengajak kedua kliennya itu untuk menuju TKP yang berada tak jauh dari ‘markas’ mereka sekarang. Mereka memandangi lingkungan sekitar. Kai dan Minho mencoba mengingat kecelekaaan tunggal tersebut. Luna mengeliling TKP mencoba mencari petunjuk.
            Percuma, tak ada apa-apa.  Luna memerhatikan jalan sekitar dan halte bus yang rusak karena kecelakaan tunggal tersebut. Dia berjalan mendekati halte bus yang rusak, memandanginya sebentar lalu memperhatikan jalan.
            Luna melayangkan padangannya pada toko yang berada didepan halte bus. Dia menyebrangi jalan untuk melihat toko tersebut. Luna memerhatikan pintu masuk disepanjang deretan toko.
            Hanya toko-toko tertentu yang dia masuki. Luna juga bertanya pada orang sekitar tentang kejadian tersebut. Luna mengajak masuk  Kai dan Minho kedalam ‘markas’ mereka.
            “Apakah kau melihat plat nomor mobil yang membuntuti Krystal?” tanya Luna.
            “Ah.. ne.” Kai merogoh sakunya dan memberikan catatan plat nomor mobil tersebut.
            Krystal diam. Minho dan Kai menatapnya dengan penuh harap. Mereka berharap Luna mengatakan sesuatu. Luna menelepon polisi untuk menanyakan milik siapa mobil tersebut. Dia lalu tersenyum.
            Luna menghela napas cukup panjang . Akhirnya ia berkata, “Kasus pelecehan seksual Februari 1998. Dilakukan oleh Tuan K. Kim Yong Wook. Dipenjara tahun 1998 – Januari 2014. Selain dituduh melakukan pelecehan seksual, dia juga dituduh melakukan percobaan pembunuhan, namun tak ada bukti. Entah kenapa aku merasa ini ada hubungannya dengan ibu Krystal. Ibu Krystal meninggal pada tahun Januari 1998.”
            “Ibu Krystal meninggal dengan bekas tusukan di perutnya. Dan sampai sekarang pelakunya belum ditemukan,” imbuh Luna.
            Kai dan Minho terdiam. Memang cukup kaget tentang fakta yang terjadi, namun mereka berusaha untuk berpikir hal lain yang menyangkut dengan Krystal.
            Kai teringat sesuatu. “Apakah kalian ingin ikut denganku?”
            “Kemana?” tanya Minho.
            “Aku ingin ke kantor polisi utuk mengambil laporan penyeledikin polisi. Hari ini aku ada janji dengan mereka.”
            “Aku ikut,” kata Minho.
            “Aku rasa aku masih ingin berada disini saja. Ada beberapa hal yang perlu aku urus,” kata Luna. “Jika kau sudah mendapatkannya, tolong hubungi aku. Aku akan menunggumu.”
            “Nde,” jawab Kai.
Kai dan Minho berpamitan pada Luna. Luna mengutak-ngatik notebooknya. Sesekali dia keluar dengan tabletnya menuju TKP. Luna masih ingin menunggu hasil dari polisi.
Tadi Luna memasuki toko-toko tertentu yang memiliki CCTV. Diantara beberapa toko yang dia masuki, 5 diantaranya CCTV mereka mngabadikan sedikit dari bagian jalan.
Ada seorang mahasiswa sekaligus karyawan toserba yang sedang melakukan tugas kuliahnya. Dia merekam bagian jalan  sesaat sebelum kejadian.
Dalam CCTV dan rekaman dari mahasiswa tersebut menceritakan mobil Krystal yang melaju kencang dibuntuti oleh mobil sedan hitam yang sedari tadi mengikutinya semenjak dia keluar dari hotel. Lalu, Krystal menabrakkan dirinya ke halte bus karena ada sebuah mobil sedan  yang berasal dari arah berlawanan menuju Krystal.
Ada beberapa kemungkinan mengapa dia menabrakkan dirinya. Pertama, dia ingin mengebut mengambil jalan lain namun sayangnya dia salah sehingga terkena hate bus, atau remnya blong.
Jika dia ingin mengerem, sebenarnya ada kemungkinan dirinya tidak usah menabrakkan diri pada halte. Karena mobil masih berjarak agak jauh dari mobilnya. Krystal bisa jadi mengambil keputusan untuk menabrakkan mobilnya (jika memang remnya blong) agar menghindari kecelakaan beruntun. Beruntung, tak ada orang dihalte.
            Jawaban yang sederhana saat ini bisa disimpulkan oleh Luna. Dalang dari semua ini? Tuan Kim. Tamu misterius Krystal itu sudah jelas sekali wajahnya dengan Tuan Kim Yong Wook. Pelaku kasus pelecehan seksual terhadap Krystal 15 tahun yang lalu. Kenapa dia mebunuh Krystal? Mungkin ada alasan teretentu seperti dendam pribadi atau yang lainnya.
Luna  menghela napas cukup panjang. Dia melihat halte bus yang masih dipasangi garis polisi itu. Berat. Itulah yang dia bisa rasakan dari hidup Krystal selama ini.
Keluarga yang broken home, ibunya meninggal ketika masih kecil dan pelecehan seksual. Hal ini menyebabkan dirinya mepunyai kepribadian ganda dan dia sering berhalusinasi tentang Tuan Kim.  Krystal menjadi pribadi yang tertutup dan pendiam. Semua dia simpan sendiri.
Krystal memang pecandu. Namun baru diketahui kalau dia itu menjadi pecandu sejak awal bulan ini. Luna menelpon kenalannya dikantor polisi untuk menanyakan siapa pemilik mobil yang datang dari arah berlawanan saat Krystal mencoba lari dari Tuan Kim.
“Plat mobilnya—“ Luna menyebutkan.
“Sebentar…,” kata kenalannya diseberang sana. “Kim Young Wook.”
“Ah.. begitukah? Kalau begitu terima kasih banyak. Selamat bekerja,” Krystal mengakhiri perbincangan singkat mereka.
Dua mobil milik Kim Young Wook. Luna tersenyum. Ternyata Tuan Kim ini tak terlalu pandai dalam menyembunyikan kejahatannya. Luna kembali masuk ke café. Dia mengutak-atik ponsel Krystal.
Tak lama kemudian Kai dan Minho datang. Wajah mereka cukup sumringah karena mendapat titik terang yang baru mengenai kasus almarhum kekasih mereka. Mereka menarik kursi lalu duduk.
“Bagaimana?” tanya Luna.
“Remnya blong,” ungkap Kai bersemangat.
Luna tersenyum kecil. Dugaan dia benar. Rem mobil blong. Berarti dugaannya benar. Luna menceritakan spekulasinya kepada Kai dan Minho.
“Tuan Kim masih hidup?” Minho dan Kai Nampak cukup kaget. Mereka baru ‘ngeh’ tentang tuan Kim.
“Sekarang, kita harus mebuktikan bagaimana remnya itu bisa blong. Apa memang sudah alamiah, atau dirusak orang lain,” kata Luna.
Kai merogoh saku celananya. Dia menyerahkan sesuatu dalam bentuk flash. “Ini adalah rekaman blackbox mobil milik Krystal. Atau, kau mau memeriksa CCTV  apartemen?”
“Keduanya.” Luna mengambil flashdisk milik Kai lalu mencolokkannya pada notebook.
            Luna mepehatikan isi blackboxitu dengan seksama. “Omo, omo, omo….”
            “Ada apa?” tanya Minho. Minho dan Kai beranjak dari kursi dan berdiri dibelakan kursi Luna untuk melihat rekaman CCTV-nya.
            “Ada seseorang yang membuka bagian depan mobil,” kata Kai.
            “Sehari sebelum kejadian,” imbuh Minho. “Bagaimana bisa? Keamanan disana dikenal cukup ketat.”
            “Mari kita berpindah lokasi menuju apartemen,” ajak Luna.
            Kai dan Minho segera naik ke mobil. Luna membawa mobilnya sendiri. Sesampainya di apartemen, mereka tidak menuju apartemen Krystal. Mereka hanya berada di basement,tepatnya diparkiran mobil tempat mobil Krystal diparkir.
            Kai menunjukkan ruangan cctv yang tempo hari dia kunjungi. Disana ada pengawas yang dia temui waktu itu. Luna meminta Kai naik ke loby untuk menanyakan beberapa hal mengenai orang yang membuka bagain depan mobil.
            Kai dan Minho tetap berada ditempat untuk menyaksikan apa yang diabadikan CCTV. CCTV bercerita kalau ada seorang laki-laki datang membuka mobil bagian depan Krystal dengan leluasanya. Tak ada yang mencurigainya sedikit pun.
            “Apakah orang ini tidak ditegur karena dia lancang membuka mobil bagain depan orang lain?” tanya Luna.
            “Sebelumnya saya juga mencurigainya. Namun saya diberitahukan dari loby kalau biarkan saja orang itu. Karena pemilik mobil itu sendiri yang memintanya memeriksa mobilnya,” jawab petugas.
            “Kau yakin?”
            “Nde.”
            10 menit berlalu Kai muncul kehadapan mereka.
            “Dia mengaku kalau dia adalah karyawan salah satu bengkel. Dan dia diminta melakukan perbaikan kecil pada mobil Krystal. Akhir-akhir ini layanan perbaikan kecil kendaraaan langsung ditempat sedang maraknya,” tutur Kai.
            “Dia dari bengkel mana? “ tanya Luna.
            “Bengkel ‘K’. Ini kartu namanya.”
            Luna menelpon nor telepon yang tertera dalam kartu nama.
            “Restoran Korea lezat. Ada yang biisa kai bantu?” suara seorang perempuan diseberang sana menyapa dengan hangat ala costumer service.
            “Ini bukan bengkel ‘K’?
            “Maaf, disini bukan bengkel K. Ada yang bisa kami bantu nona?”
            “Apakah disekitar sana ada bengkel?”
            “Tidak ada nona.”
            Luna segera mematikan sambungan teleponnya. Benar sudah dugaannya. Lelaki itu yang merusak rem mobil. Luna yakin dia adalah kaki tangan Tuan Kim.
            “Bagaimana? Kalian ingin melaporkannya pada polisi? Kita sudah punya bukti yang cukup kuat,” ujar Luna saat keluar dari apartemen.
            “Aku ingin mengetahui alasan kenapa dia membunuh Krystal,” kata Minho.
***
Ting tung~~
            Minho memencet bel. Seorang lelaki paruh baya membuka pintu pagar.
            “Kau siapa anak muda?” tanya lelaki paruh baya yang membuka pintu.
            “Saya Minho. Bisa kita bicara didalam?”
            Lelaki paruh baya itu mempersilahkan Minho masuk kedalam rumahnya. Ada sebuah mobil yang diparkir didalam. Mobil sedan hitam yang berplat sama dengan plat mobil yang berkaitan dengan kasus Krystal.
Rumahnya layaknya rumah orang Korea pada umumnya. Perabotannya tidak banyak. Ada sebuah tv dan kipas angin yang menyambutnya ketika masuk. Lelaki itu pergi kebelakang sebentar untuk menyiapkan sedikit hidangan pada tamunya.
“Apakah aku sebelumnya pernah bertemu denganmu anak muda?” tanya Pak tua itu seraya mempersilahkan Minho meminum teh yang dihidangkannya.
“Belum… Tapi, anda pernah bertemu dengan pacar saya, tuan.”
“Pacarmu? Siapa?”
“Krystal Jung.”
Pak tua itu meneguk tehnya. Dia terlihat tenang. namun matanya tak menyiratkan hal yang sejalan dengan sikapnya. Minho mencibir pak tua itu dalam hatinya. Dia masih terlihat tenang-tenang saja.
“Ah.. Krystal Agassi. Aku tahu dia. Kalau tidak salah, dia adalah Nona K dalam kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu. Ada apa dengannya?”
Minho mencibir sekali lagi dalam hatinya. “Aku sedang mencari tahu tentang keluarganya. Shh… kalau tidak salah, ajussi adalah orang yang cukup dekat dengan keluarganya bukan begitu?”
“Benar.. Lalu?”
“Saya dengar ayah Krystal membunuh ayah anda. Mengapa bisa begitu?”
Lelaki itu mulai tersulut emosi. Namun dia mencoba mengendalikan dirinya.
“Mereka berdua adalah saingan bisnis. Itu setahuku.”
“Apakah ajussi tau kenapa ayah Krystal mati?”
“Dia terkena serangan jantung saat dia bertengkar dengan istrinya. Itu  yang kudengar waktu itu.”
“Apakah ajussi tahu mengapa ibu Krystal bisa mati? Kalau tidak salah, sampai sekarang pelakunya belum ditemukan.”
Matanya cukup terbelalak. Dia meneguk lagi tehnya lalu dia persilahkan Minho meminum teh. “Aku dengar, dia dibunuh. Begitulah. Aku juga bingung kenapa pelakunya belum bisa ditemukan.”
“Ah… benarkah? Padahal menurutku, pelakunya jelas sekali.”
“Anak muda, kau terlalu banyak tahu.”
“Apa salahnya? Lagi pula, di adalah almarhum kekasihku,” jawab Minho dengan santainya. “Apakah aku boleh meminjam kamar mandimu sebentar?”
“Silahkan, disebelah sana.”
“Jadi menurutmu siapa pelaku pembunuhan ibunya?” Tanya ajussi selepas Minho kembali dari kamar mandi.
“Disekitar sini.”
“Benarkah? Siapa dia?”
“Dihadapanku.”
Lelaki itu cukup terbelalak. Dia sudah tak tahan lagi. Dia khirnya bangkit dan memarahi Minho. “Kau menuduhku?! Apakah kau mempunyai bukti!? Maksudmu apa?! Pergi sini! Kau sudah terlalu banyak tahu.”
“Terlalu banyak tahu?” Minho tersenyum. “Kau harus menjawab pertanyaan saya yang satu ini sebelum saya pergi secara sukarela.”
Ajussi yang sudah naik darah itu memandangi Minho. Matanya menyiratkan kata, “apa?”
“Menurut anda, kenapa Krystal dibunuh?”
“Kau sudah terlalu banyak tahu! Pergilah!”
            Minho akhirnya keluar sebelum kemaran ajussi itu memuncak. Ajussi kebelakang lalu kembali.
BANG!
Sebuah timah panas ditembakkan. Peluru itu melewati telinga Miho. Sedikit saja dia bergeser ke kanan, kepalanya telah pecah.
“Kau telah melewati batas anak muda! Kau berususan dengan orang yang salah!”
            Minho menoleh lalu segera berlari. Lelaki itu menembakkan pelurunya bertubi-tubi.
            BANG!
            BANG!
BANG!
            BANG!
            Ajussi tersungkur. Lengannya tertembak timah panas. Dari mana tembakan itu? Minho tak membawa senjata apapun. Tembakan terakhir tadi tak membuatnya berhenti menembak. Ajussi memindahkan pistol ketangan kirinya, mencoba menembak Minho dengan segenap upayanya.
            “ANGKAT TANGANMU!” polisi muncul dari balik pagarnya.
            Ajussi kaget. Matanya terbelalak, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ajussi menagangkat tangannya. KLEK. Tangannya diborgol.
            “Kim Young Wook. Kau ditahan atas tuduhan pembunuhan berencana, kepemilikan pistol tanpa izin, dan percobaan pembunuhan. Kau berhak membela diri dengan didampingi pengacara dipengadilan.” Polisi menggiringnya masuk kedalam mobil polisi.
***
Januari, 1998
            Krystal yang sedang terlelap tidur siang bangun dari mimpinya. Dia masuk ke kamar mandi sebentar lalu keluar dari kamar untuk mencari ibunya. Ibu tak ada dimana-mana. Krystal memutuskan untuk keluar rumah. Mungkin ibu sedang berjualan kue ikan, pikirnya.
            Krystal melewati sebuah gang kecil sebagai jalan pintas. Lorong itu sangat sepi. Jarang sekali dilewati oleh orang-orang. Krystal mendengar sebuah suara. Dia menghentikan langkahnya, mencoba mengintip sedikit.
            “EOMMA!!” Krystal refleks berteriak melihat ibunya. Dia sadar, yang dia lakukan itu salah, dia menutup mutunya rapat-rapat. Lalu segera berlari bersembunyi.
            “SIAPA ITU?” suara seorang lelaki mengejarnya.
            Krystaal bersembunyi didalam tempat sampah. Bau busuk tidak dihiraukannya. Sekarang yang terpenting adalah tidak boleh sampai ada yang mendengar dia menangis ataupun suaranya.
            Krystal masih cukup shock. Dengan mata kepalanya, dengan jelas, dia melihat ibunya ditikam oleh seorang lelaki. Dia Tuan Kim. Ibunya ditikam berkali-kali dibagian perut.
            “Sial!” Tuan Kim menendang tempat sampah. Dia merasa kehilangan jejak Krystal. “Anak itu melihatku. Aku harus melenyapkannya segera.”
            Setelah merasa aman, Krystal keluar dari tempat sampah, meminta pertolongan pada warga sekitar. Dia belum ingin mengatakan siapa yan membunuh ibunya. Dia takut, dia kan ‘dilenyapkan’.
***
            Bunga aster diletakkan di lemari abu Krystal. Kai, Minho & Luna mendoakannya agar tenang disana. Mereka semua tersenyum.
            “Banyak sekali yang telah kamu hadapi,” ujar Minho.
            Kai menghela napas.  Setidaknya dia sudah tenang dialam sana. Tuan Kim telah dihukum mati. Tak bisa berlama-lama, Luna segera pergi duluan karena mempunyai urusan lain.
            “Aku ada janji. Aku pergi duluan,” kata Kai.
            “Ah.. aku juga ada janji. Aku juga ingin pergi,” kata Minho.
            Mereka berdua akhirnya pergi. Mereka menuju arah yang berlawanan. Kai menuju sebuah jalan setapak yang dipenuhi pepohonan. Sejuk dan asri sekali rasanya.  Disinilah dia pertama kali bertemu dengan Krystal.
Kai menyusuri jalan tersebut dengan berjalan kaki. Perlahan-lahan. Tak apa lama, dia ingin menikmati keindahannya. Sudah lama sekali dia tidak disini. Sekarang, hanya dia seorang diri yang pergi kesini. Berharap, Krystal bisa melihatnya dari alam sana.
            Sementara Minho, pergi kesebuah pantai. Bunyi desiran ombaknya seolah-olah menenangkan dia. Minho duduk sendirian dipinggir pantai. Andai saja, Jessica ada disampinya saat ini.
            Matahari perlahan mulai bersembunyi. Langit berwarna kuning keemasan. Betapa indahnya. Sekali lagi, andaikan Jessisa berada disampingnya.
            Disaat yang bersamaan,
            “Oppa!”
            Minho dan Kai menoleh kebelakang.
            “Jessica?!”
            “Krystal?!”

[THE END]


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Alhamdulillah ya, akhirnya Alter You selesai juga :) Maaf molor dari jadwal soalnya lagi sibuk sama sekolah. FYI, di chapter sebelumnya ada beberapa bagian yang harus aku edit. Makasih buat yang udah setia baca dari chapter pertama. Duh mungkin masih banyak typo-nya :') Semoga kalian suka ya. Dan semoga juga kalian masih setia buat baca-baca disini. Mueheheh. Gimana endingnya? Ato ceritanya dari Chapter 1-6? Sebagai bentuk apresiasi, comment dong dibawah :3 *maksa*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...