Alter You
[CHAPTER 6]
[END]
Krystal
JungF(X)
Kai
EXO
Minho
SHINee
[Rating]
PG-13
[Genre]
Mystery
– Physycology - Love
[Length]
Chaptered
[Dislaimer]
PLEASE
DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF/ COVER AS YOURS. PLEASE LEAVE
YOUR COMMENT BEFORE GO. WARNING THERE ARE SOME TYPO(S). Gamsahamnida^^
Dugaan Luna tentang Krystal mengidap alter ego
semakin kuat. Tiba-tiba ponsel Luna berdering. Telepon dari seseorang.
“Yeoboseyo?”
“Kau tidak akan percaya ini. Aku menemukan hal
baru dalam kasus Krystal-Jessica. Mari bertemu,” kata seseorang diujung
telepon.
“Ah.. begitukah? Tapi hari ini aku masih
sibuk. Bagaimana jika kita membicarakan ini saat makan siang ditempat seperti
biasa. Aku masih harus menemukan beberapa hal lagi mengenai kasus ini.”
“Baiklah, aku akan mengirikan sedikit data
yang kudapat kepadamu agar kau bisa mendapatkan gambaran tentangnya. Sampai
jumpa.”
Luna menutup telepon. Kai yang menguhubunginya.
Setelah mendapatkan informasi tentang Krystal, Luna bergegas menuju tempat lain
dimana dia bisa mendapatkan keterangan keterangan yang lain.
Sementara di lain tempat, Kai sedang berada di
apartemen Krystal. Apartemen yang kini tak berpenghuni itu menyimpan banyak
sekali petunjuk. Kai tidak menuruti yang Luna katakan yaitu untuk mempelajari
masa kecil Krystal
Dia
malah menyelidiki hal lain tentang pebunuhan Krystal. Beruntung Kai mendapat
hal yang sangat menarik. Sebuah sapu tangan pria. Berarti seseorang masuk
kesini? Bisa jadi. Kai turun meuju
tempat parkir lalu menuju ruang cctv untuk melihat cctv malam dimana Krystal
tewas.
Pada
CCTV yang dipasang dikoridor apartemen Krystal, terlihat seorang wanita
berpakaian cukup glamour masuk kedalam apartemen Krystal. Dia memakai topi yang
berenda sehingga sulit mengetahui siapa dia.
Krystal menerimanya masuk. Dan selang 15 menit
kemudian Krystal keluar dari apartemennya dengan ekspresi ketakutan. Wanita
yang masuk apartemen itu, berusaha mengejar Kystal.
Krystal keluar menuju basement untuk mengambil
mobilnya dengan masih mengenakan sandal rumahnya. Dia berlari ketakutan saat
keluar untuk mengambil mobilnya. Tak ada lagi orang yang mengejarnya.
Krystal
masuk kedalam mobilnya dan menancap gas sehingga membuat mobilnya mengebut.
Sebuah mobil membuntutinya dari belakang. Begitulah kronologis yang diceritakan
oleh CCTV.
Kai
menelepon polisi untuk menanyakan sesuatu. Pembicaraannya cukup singkat.
Setelah berbicara di telepon, Kai menuju tempat pengelolaan mobil bekas.
Biasanya, mobil-mobil dihancurkan disana.
Tempatnya cukup jauh dari pusat kota.
Matahari
telah terbenam ketika Kai sampai disana. Banyak mobil yang ditumpuk. Kai bergagas
menghampiri penjaga lahan yang berhektar-hektar ditumpuki mobil itu. Sebuah pos
kecil dengan lampu yang agak redup.
“Permisi,
apakah mobil yang datang satu minggu terakhir sudah dihancurkan?” tanya Kai.
“Sepertinya
tidak semua. Anda siapa?”
“Saya
sedang mencari mobil pacar saya yang waktu itu menjadi korban tabrakan. Boleh
saya masuk untuk mencarinya?”
“Silahkan.”
Kai
mencari mobil Krystal diantara banyaknya tumpukan mobil yang sudah tua, ataupun
rusak lantaran kecelakaan dan lainnya. Kai menemua sebuah mobil hitam yang
berplat sama dengan mobil yang dicarinya.
Kai
memeriksa kedalam mobil tersebut. Dia mengutak-atik black box mobil lalu mengucapkan
terimakasih pada penjaga lahan dan pergi. Setidaknya, disini dia bisa
mendapatkan beberapa hal.
Kai
memutuskan untuk pulang karena sudah terlalu gelap untuk menyusuri jalan yang
dilewati Krystal dengan mobilnya ketika kecelakaan. Kai hanya melewati jalan
yang menjadi TKP. Dia menunda investigasinya besok.
Walau
sudah malam, Minho belum juga beranjak dari
rumah Jessica. Dia masih menggeledah beberapa barang milik Jessica.
Minho baru sadar saking dalam cintanya pada Jessica, dia sampai tak menyangka
betapa abu-abunya latar belakang Jessica.
Sebelumnya
Jessica belum pernah mengungkapkan tentang masa lalunya. Dia hanya mengatakan
kalau dia yatim piatu. Minho hanya menemukan foto masa kecilnya bersama ayah
dan ibunya. Hal lain tentang keluarganya, sungguh sangat kelabu. Minho pulang
ketika jam menunjukkan pukul 11 malam.
***
Jam
makan siang yang cukup ramai di ‘markas’ Minho. Kai dan Luna sudah berada
disana. Mereka duduk disebuah meja bundar yang diletakkan laptop, dan beberapa
map diatasnya.
Luna
menyeruput tehnya. Dan melihat kearah Kai dan berkata, “Apa yang ingin kau
katakan kemarin?”
“Aku
belum terlalu yakin. Namun bisa jadi Krystal bukan karena berhalusinasi tentang
Tuan Kim. Namun dia dibunuh….,” gumam Kai. Ekspresinya menandakan kalau dia
sedang memikirkan sesuatu.
“Bagaimana bisa seperti itu?” Minho
menanggapi.
Kai menceritakan apa yang dia dapat kemarin
seraya mengeluarkan sapu tangan tersebut. Luna diam selama Kai menceritakan apa
yang terjadi sambil mebuka file di
laptopnya. Minho mendengarkan dengan seksama sambil mencoba mengingat keadaan
sebelum dan saat kecelakaan terjadi.
“Ehm. Wanita yang bertopi renda itu, bukan
seorang wanita. Namun seorang pria,” Luna menambahkan ketika Kai selesai
bercerita.
Kai dan Minho menatap Luna dengan tatapan
cukup kaget. Luna mengarahkan laptopnya kepada Minho dan Kai. Diputarnya sebuah
video. Video itu bercerita:
Krystal dengan baju yang dia pakai untuk
terakhir kalinya mempersilahkan duduk seorang tamunya. Dia wanita seperti yang
diceritakan Kai. Berpakaian cukup glamour tapi terkesan nyentrik. Di memakai
topi lebar yang berenda.
“Maaf, kalau boleh tahu bagaimana anda bisa
kenal dengan ibu saya?” tanya Krystal pada tamu nyentriknya itu. “Anda bilang,
dia menyampaikan pesan terakhir untuk saya sebelum dia meninggal.”
Dibalik rendanya, dia tertawa menyeringai.
“Maaf kalau aku tidak sopan. Tapi bisakah anda
membuka topi anda yang besar itu. Aku ingin melihat wajah anda. Mungkin aku
bisa mengenali siapa anda.”
Lagi-lagi orang itu tak menjawab. Dia kembali
menyeringai dari balik rendanya. Krystal terlihat cukup waspada namun
ekspresinya menunjukkan kalau dia cukup takut.
Wanita itu mengaluarkan sesuatu dari saku rok
hitamnya. Dia membuka topinya. Rambutnya dipotong pendek seperti laki-laki. Dan
struktur wajahnya sangat maskulin. Krystal merasa heran sekaligus takut.
Tamu Krystal ini memposisikan tangannya
didepan juntaian renda topinya yang cukup panjang.. Tangan kirinya membuka
topi. Sambil menangkat kepalanya, dia menekan sesuatu dari tangan kanannya,
KLEK
Mata pisau keluar dari tangannya itu. Dia
menyeringai lalu berkata dengan suara beratnya:
“Aku menyampaikan pesan terakhir dari ibumu.”
“AAAAAA!!” Krystal berteriak ketakutan. Dia
berlari menuju keluar.
Wanita yang ternyata lelaki itu melangkah
dengan santainya menuju pintu sambil tertawa menyeringai. Sebuah sapu tangan
tergeletak diatas sofa yang dia duduki. Lelaki itu tak menyadari kalau dia meninggalkan
jejak berharga.
Begitulah yang diceritakan oleh CCTV yang
dipasang dirumah Krystal. Luna menyandarkan dirinya pada kursi yang mepunyai
sandaran lebar itu. Dia melihat Minho, lalu Kai. Mereka masih tak bergeming
selama beberapa saat.
“Dari mana kau mendapatkan video ini?” tanya
Minho.
“Krystal adalah seorang yang sangat waspada.
Dia malah terkesan penakut. Sebagai jaga-jaga, dia meacang banyak CCTV
dirumahnya. Padahal hanya dia seorang,” jawab Luna.
“Jika memang seperti itu, mobil yang
membuntuti Krystal itu adalah mobil yang bekerja sama dengan lelaki tadi? Atau
hanya kebetulan saja?”
“Kemungkinan dia yang mengarahkan Krystal
hingga dia bisa sampai di tempat kejadian,” komentar Luna.
“Sayang, aku hanya mendapatkan sedikit
informasi tentang Jessica. Yang aku dapat hanyalah foto keluarganya..,” Kata
Minho.
“Ah.. begitukah? Bagaimana dengan bagaimana
dia pindah kesana dan atas nama siapa?”
“Soal itu. Dia memakai nama Krystal Jung. Dan
sudah sejak lama dia menyewa tempat itu. Sekitar 3 tahun yang lalu. Dan baru
akhir-akhir ini dia jarang berada dirumah ketika dia berubah menjadi Krystal.”
“Bagaimana tetangganya mengenalnya?”
“Dia
kurang berinteraksi dengan tetangganya.”
“Dia
menjadi Jessica selama aku masih berada di Amerika… Tahun Kedua adalah ketika
dia pindah ke apartemenku. Tak lama aku pergi ke Amerika….,” Kai bergumam
sendiri.
“Jessica
muncul ketika kau berada di Amerika. Jelas sekali kalau Krystal kehilangan
memorinya tentang dia tinggal dimana sebelumnya. Kalau dia ingat, pasti dia
sudah mengurus kepindahannya atau dia berpikir dia sudah mengurusnya. Dan
Jessica, nampaknya dia secara tak sadar merasa kalau itu adalah rumahnya…,”
Luna berspekulasi.
Dia
mengajak kedua kliennya itu untuk menuju TKP yang berada tak jauh dari ‘markas’
mereka sekarang. Mereka memandangi lingkungan sekitar. Kai dan Minho mencoba
mengingat kecelekaaan tunggal tersebut. Luna mengeliling TKP mencoba mencari
petunjuk.
Percuma,
tak ada apa-apa. Luna memerhatikan jalan
sekitar dan halte bus yang rusak karena kecelakaan tunggal tersebut. Dia
berjalan mendekati halte bus yang rusak, memandanginya sebentar lalu
memperhatikan jalan.
Luna
melayangkan padangannya pada toko yang berada didepan halte bus. Dia
menyebrangi jalan untuk melihat toko tersebut. Luna memerhatikan pintu masuk
disepanjang deretan toko.
Hanya
toko-toko tertentu yang dia masuki. Luna juga bertanya pada orang sekitar
tentang kejadian tersebut. Luna mengajak masuk
Kai dan Minho kedalam ‘markas’ mereka.
“Apakah
kau melihat plat nomor mobil yang membuntuti Krystal?” tanya Luna.
“Ah..
ne.” Kai merogoh sakunya dan memberikan catatan plat nomor mobil tersebut.
Krystal
diam. Minho dan Kai menatapnya dengan penuh harap. Mereka berharap Luna
mengatakan sesuatu. Luna menelepon polisi untuk menanyakan milik siapa mobil
tersebut. Dia lalu tersenyum.
Luna
menghela napas cukup panjang . Akhirnya ia berkata, “Kasus pelecehan seksual Februari
1998. Dilakukan oleh Tuan K. Kim Yong Wook. Dipenjara tahun 1998 – Januari
2014. Selain dituduh melakukan pelecehan seksual, dia juga dituduh melakukan
percobaan pembunuhan, namun tak ada bukti. Entah kenapa aku merasa ini ada
hubungannya dengan ibu Krystal. Ibu Krystal meninggal pada tahun Januari 1998.”
“Ibu
Krystal meninggal dengan bekas tusukan di perutnya. Dan sampai sekarang
pelakunya belum ditemukan,” imbuh Luna.
Kai
dan Minho terdiam. Memang cukup kaget tentang fakta yang terjadi, namun mereka
berusaha untuk berpikir hal lain yang menyangkut dengan Krystal.
Kai
teringat sesuatu. “Apakah kalian ingin ikut denganku?”
“Kemana?”
tanya Minho.
“Aku
ingin ke kantor polisi utuk mengambil laporan penyeledikin polisi. Hari ini aku
ada janji dengan mereka.”
“Aku
ikut,” kata Minho.
“Aku
rasa aku masih ingin berada disini saja. Ada beberapa hal yang perlu aku urus,”
kata Luna. “Jika kau sudah mendapatkannya, tolong hubungi aku. Aku akan
menunggumu.”
“Nde,”
jawab Kai.
Kai dan Minho berpamitan pada Luna. Luna
mengutak-ngatik notebooknya. Sesekali dia keluar dengan tabletnya menuju TKP. Luna
masih ingin menunggu hasil dari polisi.
Tadi Luna memasuki toko-toko tertentu yang
memiliki CCTV. Diantara beberapa toko yang dia masuki, 5 diantaranya CCTV
mereka mngabadikan sedikit dari bagian jalan.
Ada seorang mahasiswa sekaligus karyawan
toserba yang sedang melakukan tugas kuliahnya. Dia merekam bagian jalan sesaat sebelum kejadian.
Dalam CCTV dan rekaman dari mahasiswa tersebut
menceritakan mobil Krystal yang melaju kencang dibuntuti oleh mobil sedan hitam
yang sedari tadi mengikutinya semenjak dia keluar dari hotel. Lalu, Krystal
menabrakkan dirinya ke halte bus karena ada sebuah mobil sedan yang berasal dari arah berlawanan menuju
Krystal.
Ada beberapa kemungkinan mengapa dia
menabrakkan dirinya. Pertama, dia ingin mengebut mengambil jalan lain namun
sayangnya dia salah sehingga terkena hate bus, atau remnya blong.
Jika dia ingin mengerem, sebenarnya ada
kemungkinan dirinya tidak usah menabrakkan diri pada halte. Karena mobil masih
berjarak agak jauh dari mobilnya. Krystal bisa jadi mengambil keputusan untuk
menabrakkan mobilnya (jika memang remnya blong) agar menghindari kecelakaan
beruntun. Beruntung, tak ada orang dihalte.
Jawaban
yang sederhana saat ini bisa disimpulkan oleh Luna. Dalang dari semua ini? Tuan
Kim. Tamu misterius Krystal itu sudah jelas sekali wajahnya dengan Tuan Kim
Yong Wook. Pelaku kasus pelecehan seksual terhadap Krystal 15 tahun yang lalu.
Kenapa dia mebunuh Krystal? Mungkin ada alasan teretentu seperti dendam pribadi
atau yang lainnya.
Luna
menghela napas cukup panjang. Dia melihat halte bus yang masih dipasangi
garis polisi itu. Berat. Itulah yang dia bisa rasakan dari hidup Krystal selama
ini.
Keluarga yang broken home, ibunya meninggal ketika masih kecil dan pelecehan
seksual. Hal ini menyebabkan dirinya mepunyai kepribadian ganda dan dia sering
berhalusinasi tentang Tuan Kim. Krystal
menjadi pribadi yang tertutup dan pendiam. Semua dia simpan sendiri.
Krystal memang pecandu. Namun baru diketahui
kalau dia itu menjadi pecandu sejak awal bulan ini. Luna menelpon kenalannya
dikantor polisi untuk menanyakan siapa pemilik mobil yang datang dari arah
berlawanan saat Krystal mencoba lari dari Tuan Kim.
“Plat mobilnya—“ Luna menyebutkan.
“Sebentar…,” kata kenalannya diseberang sana.
“Kim Young Wook.”
“Ah.. begitukah? Kalau begitu terima kasih
banyak. Selamat bekerja,” Krystal mengakhiri perbincangan singkat mereka.
Dua mobil milik Kim Young Wook. Luna
tersenyum. Ternyata Tuan Kim ini tak terlalu pandai dalam menyembunyikan
kejahatannya. Luna kembali masuk ke café. Dia mengutak-atik ponsel Krystal.
Tak lama kemudian Kai dan Minho datang. Wajah
mereka cukup sumringah karena mendapat titik terang yang baru mengenai kasus
almarhum kekasih mereka. Mereka menarik kursi lalu duduk.
“Bagaimana?” tanya Luna.
“Remnya blong,” ungkap Kai bersemangat.
Luna tersenyum kecil. Dugaan dia benar. Rem
mobil blong. Berarti dugaannya benar. Luna menceritakan spekulasinya kepada Kai
dan Minho.
“Tuan Kim masih hidup?” Minho dan Kai Nampak
cukup kaget. Mereka baru ‘ngeh’ tentang tuan Kim.
“Sekarang, kita harus mebuktikan bagaimana
remnya itu bisa blong. Apa memang sudah alamiah, atau dirusak orang lain,” kata
Luna.
Kai merogoh saku celananya. Dia menyerahkan
sesuatu dalam bentuk flash. “Ini adalah rekaman blackbox mobil milik Krystal.
Atau, kau mau memeriksa CCTV apartemen?”
“Keduanya.” Luna mengambil flashdisk milik Kai
lalu mencolokkannya pada notebook.
Luna
mepehatikan isi blackboxitu dengan seksama. “Omo, omo, omo….”
“Ada
apa?” tanya Minho. Minho dan Kai beranjak dari kursi dan berdiri dibelakan
kursi Luna untuk melihat rekaman CCTV-nya.
“Ada
seseorang yang membuka bagian depan mobil,” kata Kai.
“Sehari
sebelum kejadian,” imbuh Minho. “Bagaimana bisa? Keamanan disana dikenal cukup
ketat.”
“Mari
kita berpindah lokasi menuju apartemen,” ajak Luna.
Kai
dan Minho segera naik ke mobil. Luna membawa mobilnya sendiri. Sesampainya di
apartemen, mereka tidak menuju apartemen Krystal. Mereka hanya berada di
basement,tepatnya diparkiran mobil tempat mobil Krystal diparkir.
Kai
menunjukkan ruangan cctv yang tempo hari dia kunjungi. Disana ada pengawas yang
dia temui waktu itu. Luna meminta Kai naik ke loby untuk menanyakan beberapa
hal mengenai orang yang membuka bagain depan mobil.
Kai
dan Minho tetap berada ditempat untuk menyaksikan apa yang diabadikan CCTV.
CCTV bercerita kalau ada seorang laki-laki datang membuka mobil bagian depan
Krystal dengan leluasanya. Tak ada yang mencurigainya sedikit pun.
“Apakah
orang ini tidak ditegur karena dia lancang membuka mobil bagain depan orang
lain?” tanya Luna.
“Sebelumnya
saya juga mencurigainya. Namun saya diberitahukan dari loby kalau biarkan saja
orang itu. Karena pemilik mobil itu sendiri yang memintanya memeriksa
mobilnya,” jawab petugas.
“Kau
yakin?”
“Nde.”
10
menit berlalu Kai muncul kehadapan mereka.
“Dia
mengaku kalau dia adalah karyawan salah satu bengkel. Dan dia diminta melakukan
perbaikan kecil pada mobil Krystal. Akhir-akhir ini layanan perbaikan kecil
kendaraaan langsung ditempat sedang maraknya,” tutur Kai.
“Dia
dari bengkel mana? “ tanya Luna.
“Bengkel
‘K’. Ini kartu namanya.”
Luna
menelpon nor telepon yang tertera dalam kartu nama.
“Restoran
Korea lezat. Ada yang biisa kai bantu?” suara seorang perempuan diseberang sana
menyapa dengan hangat ala costumer service.
“Ini
bukan bengkel ‘K’?
“Maaf,
disini bukan bengkel K. Ada yang bisa kami bantu nona?”
“Apakah
disekitar sana ada bengkel?”
“Tidak
ada nona.”
Luna
segera mematikan sambungan teleponnya. Benar sudah dugaannya. Lelaki itu yang
merusak rem mobil. Luna yakin dia adalah kaki tangan Tuan Kim.
“Bagaimana?
Kalian ingin melaporkannya pada polisi? Kita sudah punya bukti yang cukup
kuat,” ujar Luna saat keluar dari apartemen.
“Aku
ingin mengetahui alasan kenapa dia membunuh Krystal,” kata Minho.
***
Ting tung~~
Minho
memencet bel. Seorang lelaki paruh baya membuka pintu pagar.
“Kau
siapa anak muda?” tanya lelaki paruh baya yang membuka pintu.
“Saya
Minho. Bisa kita bicara didalam?”
Lelaki
paruh baya itu mempersilahkan Minho masuk kedalam rumahnya. Ada sebuah mobil yang
diparkir didalam. Mobil sedan hitam yang berplat sama dengan plat mobil yang
berkaitan dengan kasus Krystal.
Rumahnya layaknya rumah orang Korea pada
umumnya. Perabotannya tidak banyak. Ada sebuah tv dan kipas angin yang
menyambutnya ketika masuk. Lelaki itu pergi kebelakang sebentar untuk
menyiapkan sedikit hidangan pada tamunya.
“Apakah aku sebelumnya pernah bertemu denganmu
anak muda?” tanya Pak tua itu seraya mempersilahkan Minho meminum teh yang
dihidangkannya.
“Belum… Tapi, anda pernah bertemu dengan pacar
saya, tuan.”
“Pacarmu? Siapa?”
“Krystal Jung.”
Pak tua itu meneguk tehnya. Dia terlihat
tenang. namun matanya tak menyiratkan hal yang sejalan dengan sikapnya. Minho
mencibir pak tua itu dalam hatinya. Dia masih terlihat tenang-tenang saja.
“Ah.. Krystal Agassi. Aku tahu dia. Kalau
tidak salah, dia adalah Nona K dalam kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu. Ada
apa dengannya?”
Minho mencibir sekali lagi dalam hatinya. “Aku
sedang mencari tahu tentang keluarganya. Shh… kalau tidak salah, ajussi adalah
orang yang cukup dekat dengan keluarganya bukan begitu?”
“Benar.. Lalu?”
“Saya dengar ayah Krystal membunuh ayah anda.
Mengapa bisa begitu?”
Lelaki itu mulai tersulut emosi. Namun dia
mencoba mengendalikan dirinya.
“Mereka berdua adalah saingan bisnis. Itu
setahuku.”
“Apakah ajussi tau kenapa ayah Krystal mati?”
“Dia terkena serangan jantung saat dia
bertengkar dengan istrinya. Itu yang
kudengar waktu itu.”
“Apakah ajussi tahu mengapa ibu Krystal bisa
mati? Kalau tidak salah, sampai sekarang pelakunya belum ditemukan.”
Matanya cukup terbelalak. Dia meneguk lagi
tehnya lalu dia persilahkan Minho meminum teh. “Aku dengar, dia dibunuh.
Begitulah. Aku juga bingung kenapa pelakunya belum bisa ditemukan.”
“Ah… benarkah? Padahal menurutku, pelakunya
jelas sekali.”
“Anak muda, kau terlalu banyak tahu.”
“Apa salahnya? Lagi pula, di adalah almarhum
kekasihku,” jawab Minho dengan santainya. “Apakah aku boleh meminjam kamar
mandimu sebentar?”
“Silahkan, disebelah sana.”
“Jadi menurutmu siapa pelaku pembunuhan
ibunya?” Tanya ajussi selepas Minho kembali dari kamar mandi.
“Disekitar sini.”
“Benarkah? Siapa dia?”
“Dihadapanku.”
Lelaki itu cukup terbelalak. Dia sudah tak
tahan lagi. Dia khirnya bangkit dan memarahi Minho. “Kau menuduhku?! Apakah kau
mempunyai bukti!? Maksudmu apa?! Pergi sini! Kau sudah terlalu banyak tahu.”
“Terlalu banyak tahu?” Minho tersenyum. “Kau
harus menjawab pertanyaan saya yang satu ini sebelum saya pergi secara
sukarela.”
Ajussi yang sudah naik darah itu memandangi
Minho. Matanya menyiratkan kata, “apa?”
“Menurut anda, kenapa Krystal dibunuh?”
“Kau sudah terlalu banyak tahu! Pergilah!”
Minho
akhirnya keluar sebelum kemaran ajussi itu memuncak. Ajussi kebelakang lalu
kembali.
BANG!
Sebuah timah panas ditembakkan. Peluru itu
melewati telinga Miho. Sedikit saja dia bergeser ke kanan, kepalanya telah
pecah.
“Kau telah melewati batas anak muda! Kau
berususan dengan orang yang salah!”
Minho
menoleh lalu segera berlari. Lelaki itu menembakkan pelurunya bertubi-tubi.
BANG!
BANG!
BANG!
BANG!
Ajussi
tersungkur. Lengannya tertembak timah panas. Dari mana tembakan itu? Minho tak
membawa senjata apapun. Tembakan terakhir tadi tak membuatnya berhenti
menembak. Ajussi memindahkan pistol ketangan kirinya, mencoba menembak Minho
dengan segenap upayanya.
“ANGKAT
TANGANMU!” polisi muncul dari balik pagarnya.
Ajussi
kaget. Matanya terbelalak, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ajussi
menagangkat tangannya. KLEK.
Tangannya diborgol.
“Kim
Young Wook. Kau ditahan atas tuduhan pembunuhan berencana, kepemilikan pistol
tanpa izin, dan percobaan pembunuhan. Kau berhak membela diri dengan didampingi
pengacara dipengadilan.” Polisi menggiringnya masuk kedalam mobil polisi.
***
Januari,
1998
Krystal
yang sedang terlelap tidur siang bangun dari mimpinya. Dia masuk ke kamar mandi
sebentar lalu keluar dari kamar untuk mencari ibunya. Ibu tak ada dimana-mana.
Krystal memutuskan untuk keluar rumah. Mungkin ibu sedang berjualan kue ikan,
pikirnya.
Krystal
melewati sebuah gang kecil sebagai jalan pintas. Lorong itu sangat sepi. Jarang
sekali dilewati oleh orang-orang. Krystal mendengar sebuah suara. Dia
menghentikan langkahnya, mencoba mengintip sedikit.
“EOMMA!!”
Krystal refleks berteriak melihat ibunya. Dia sadar, yang dia lakukan itu
salah, dia menutup mutunya rapat-rapat. Lalu segera berlari bersembunyi.
“SIAPA
ITU?” suara seorang lelaki mengejarnya.
Krystaal
bersembunyi didalam tempat sampah. Bau busuk tidak dihiraukannya. Sekarang yang
terpenting adalah tidak boleh sampai ada yang mendengar dia menangis ataupun
suaranya.
Krystal
masih cukup shock. Dengan mata kepalanya, dengan jelas, dia melihat ibunya
ditikam oleh seorang lelaki. Dia Tuan Kim. Ibunya ditikam berkali-kali dibagian
perut.
“Sial!”
Tuan Kim menendang tempat sampah. Dia merasa kehilangan jejak Krystal. “Anak
itu melihatku. Aku harus melenyapkannya segera.”
Setelah
merasa aman, Krystal keluar dari tempat sampah, meminta pertolongan pada warga
sekitar. Dia belum ingin mengatakan siapa yan membunuh ibunya. Dia takut, dia
kan ‘dilenyapkan’.
***
Bunga
aster diletakkan di lemari abu Krystal. Kai, Minho & Luna mendoakannya agar
tenang disana. Mereka semua tersenyum.
“Banyak
sekali yang telah kamu hadapi,” ujar Minho.
Kai
menghela napas. Setidaknya dia sudah
tenang dialam sana. Tuan Kim telah dihukum mati. Tak bisa berlama-lama, Luna
segera pergi duluan karena mempunyai urusan lain.
“Aku
ada janji. Aku pergi duluan,” kata Kai.
“Ah..
aku juga ada janji. Aku juga ingin pergi,” kata Minho.
Mereka
berdua akhirnya pergi. Mereka menuju arah yang berlawanan. Kai menuju sebuah
jalan setapak yang dipenuhi pepohonan. Sejuk dan asri sekali rasanya. Disinilah dia pertama kali bertemu dengan
Krystal.
Kai menyusuri jalan tersebut dengan berjalan
kaki. Perlahan-lahan. Tak apa lama, dia ingin menikmati keindahannya. Sudah
lama sekali dia tidak disini. Sekarang, hanya dia seorang diri yang pergi
kesini. Berharap, Krystal bisa melihatnya dari alam sana.
Sementara
Minho, pergi kesebuah pantai. Bunyi desiran ombaknya seolah-olah menenangkan
dia. Minho duduk sendirian dipinggir pantai. Andai saja, Jessica ada disampinya
saat ini.
Matahari
perlahan mulai bersembunyi. Langit berwarna kuning keemasan. Betapa indahnya.
Sekali lagi, andaikan Jessisa berada disampingnya.
Disaat
yang bersamaan,
“Oppa!”
Minho
dan Kai menoleh kebelakang.
“Jessica?!”
“Krystal?!”
[THE END]
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Alhamdulillah ya, akhirnya Alter You selesai juga :) Maaf molor dari jadwal soalnya lagi sibuk sama sekolah. FYI, di chapter sebelumnya ada beberapa bagian yang harus aku edit. Makasih buat yang udah setia baca dari chapter pertama. Duh mungkin masih banyak typo-nya :') Semoga kalian suka ya. Dan semoga juga kalian masih setia buat baca-baca disini. Mueheheh. Gimana endingnya? Ato ceritanya dari Chapter 1-6? Sebagai bentuk apresiasi, comment dong dibawah :3 *maksa*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar