Alter You
[CHAPTER 2]
[Cast]
Krystal
JungF(X)
Kai
EXO
Minho
SHINee
[Rating]
PG-13
[Genre]
Mystery
– Physycology - Love
[Length]
Chaptered
[Dislaimer]
PLEASE
DO NOT COPY PASTE THIS FF. DO NOT CLAIM THIS FF/ COVER AS YOURS. PLEASE LEAVE
YOUR COMMENT BEFORE GO. WARNING THERE ARE SOME TYPOS. Gamsahamnida^^
“Kalau
begitu, apakah anda mengenal wanita yang bernama Krystal?” tanya Jessica pada
resepsionis.
“Krystal?
Maaf, apakah nona mempunyai foto atau gambaran dari orang yang disebutkan tadi?
Kami perlu memastikan Krystal yang mana yang Anda cari.”
Jessica
terdiam sejenak. Jika pria yang bernama Kai memanggilnya Krystal, berarti
Krystal mirip seperti dia. “Dia mirip, sepertiku.”
“Krystal!”
seseorang menyerukan nama tersebut.
Jessicca
menoleh kebelakang. Dia pria yang bernama Kai. Jessica menghampiri Kai yang
berdiri tak jauh darinya.
“Apa
yang terjadi denganmu semalam?” tanya Kai.
“Maaf,
aku tidak ingat apa-apa selain aku berada di pesta Halloween dan tiba-tiba
sudah berada dipelukanmu semalam,” jelasnya. “Aku mohon maaf atas kelancanganku
semalam.” Jessica mebungkuk pada Kai.
“Ada
apa denganmu, apa kau kecelakaan?” Kai bingung.
“Ehm.
Tidak.” Dia menggeleng. “Bolehkah aku meminta bantuanmu?”
“Apa?”
“Bolehkah
kau membuka apartemen wanita yang bernama Krystal tadi? Aku rasa ada beberapa
barangku yang ketinggalan disana.”
Kai
terdiam cukup lama. Ada apa dengan Krystal? Kenapa dia menjadi seperti ini,
apakah dia tertabarak mobil? Kenapa sepulang Kai dari Amerika Krystal menjadi
seperti bukan dirinya?
“Baiklah.
Aku harap passwordnya masih sama,” Kai menuruti keinginan Jessica. Dia hanya
ingin mengetahui apa yang akan selanjutnya terjadi.
Mereka
menuju lantai 48 dimana apartemen Krystal berada. Kai mencoba membuka pintu
dengan password yang masih diingatnya. Passwordnya masih sama. Mereka berdua
pun masuk.
Jessica
melihat sekitar. Apartemen ini mewah sekali. Bagaimana semalam dia bisa ada
disini? Jessica masuk ke kamar Krystal lalu mencari ponselnya. Dia menemukan
baju pestanya semalam.
“O,
jinjja!” Jessica bergumam dengan nada kesal.
Setelah
mencari cukup lama, ponselnya pun ditemukan. Jessica mengambil bajunya dan
berbincang sedikit dengan Kai.
“Boleh
aku tanya sesuatu?” tanya Jessica.
Kai
mengangguk.
“Bisakah
kamu menceritakan siapa itu Krystal dan kenapa dia begitu mirip sekali
denganku. Kenapa aku bisa sampai disini, siapa yang membawaku. Dan, apa
hubunganmu dengan Krystal. Apakah kalian berpacaran?”
“Nde, Krystal adalah yeojachingu-ku. Dia dan aku berpacaran sekitar setahun yang lalu. Aku
pergi ke Amerika untuk sekolah dan kembali ke Korea 2 bulan yang lalu. Selama
itu, aku tidak melihat dia sama sekali. Semalam dia menemuiku dengan berpakaian
ala Halloween. Baju-nya seperti baju
yang kau bawa itu.” Jelas Kai. “Apakah kalian berdua tinggal bersama belum lama
ini?”
“Aku
tidak tinggal dengannya, bahkan tidak mengenalnya.”
Kai
hanya terdiam, berusaha menganalisa keadaan. Dia yakin bahwa yang sedang
berbicara dengannya, bukanlah Jessica, melainkan Krystal.
Jessica
meminta nomor handphone Krystal dan pulang kembali ke apartemen kecilnya. Dalam
perjalanan pulangnya, dia mencoba memeriksa ponselnya. Tidak ada yang berubah.
Jessica memutuskan untuk menelpon Krystal.
Ponsel
Krystal tidak aktif, akhirnya dia mengirim pesan singkat pada Krystal. Jessica membuka
pintu apartemennya ketika sampai. Sudah ada Minho didalam.
Minho duduk di sofa dengan kepala yang
ditekuk. Jessica menghampiri Minho dan
memeluknya. Minho melepaskan pelukan Jessica dengan dingin.
“Apa
maksudmu semalam? Kau pikir hubungan ini lelucon?” tanya Minho tanpa menatap
wajah Jessica. Nada bicaranya meninggi.
“A..
a.. apa maksudmu?” Jessica tak mengerti.
“Kenapa
kau pergi begitu saja? Dan kau mengaku kalau kau adalah Krystal! Siapa itu
Krystal? Apakah kau berakting?!”
Jessica
bingung. Krystal lagi, Krystal lagi. Sebenarnya siapa dia?!
“Aku
Krystal!” jawab Jessica tiba-tiba.
Minho
tertawa.
“KAU
BERMAKSUD MEMPERMAINKAN AKU!!??”
Jessica
menatap Minho dengan herannya. Minho menggenggam pundaknya erat dan menatap
Jessica dengan tatapan sedih sekaligus marah.
“Bagimu…
aku ini apa Jessica!?! APA!?” Minho
mengguncangkan Jessica dengan cukup
kasar.
“AA!”
Jessica memekik keras dan berusaha melepaskan tubuhnya dari cengkaraman Minho.
Namun Minho terlalu kuat. Jessica mulai gemetaran karena takut. Keringat dingin
keluar dari tubuhnya. Dia menutup matanya karena takut melihat apa yang
terjadi.
“Ja..
ja.. jangan.. ganggu.. aku.. Aku.. bu..bu…kan Jessica…,” suara Jessica pelan
dan gemetar. Jessica terlalu takut.
Minho
mengambil salah satu foto yang dipanjang Jessica di buffet ruang tamunya. Dia
memperlihatkannya pada Jessica. Namun Jessica tidak mau melihatnya.
Jessica
bangkit mendorong Minho lalu membuka pintu. Dia berusaha lari namun didepan
pintu dia menabrak Kai. Kai menahannya
agar dia dan Jessica tidak terjatuh. Jessica menyadari kalau dia menabrak
seseorang. Ketika melihat wajahnya, Jessica memeluk Kai dengan erat.
Minho
membanting bingkai foto yang
dipegangnya. Kacanya yang pecah berserakan dilantai. Minho menghampiri
mereka berdua.
“Tolong
aku, Kai oppa, tolong aku,” Jessica memohon ketakutan kepada Kai.
Mereka berdua bertengkar, begitulah kesimpulan
yang Kai dapat. Kai melepaskan pelukan Jessica dan menghadang Minho. Namun…
Bam! Kepalan tangan Minho mendarat diwajah
sebelah kanan Kai. Kai berusaha melawan, namun Minho terlalu cepat sehingga
beberapa pukulan telah diterima olehnya.
“Silahkan
lanjutkan hubungan kalian berdua,” kata Minho. “Perlu kuingatkan, dia wanita yang suka berakting.” Minho lalu pergi
meninggalkan Kai dan Jessica tanpa menoleh sedikitpun.
Jessica
dengan gemetar menghampiri Kai yang berusaha untuk bangun. Mukanya lebam-lebam,
dan mulutnya berdarah.
“Kai
oppa… apa kau baik-baik saja?”
Kai
memberikan isyarat kalau dia baik-baik saja.
Jessica membantu Kai untuk berdiri.
“Kai
oppa, tolong, jangan tinggalkan aku. Aku bagaikan dikurung dalam sarang monster
tadi. Aku tidak tahu apa-apa dan dia memarahiku. Lalu dia berkata kalau aku
Jessica, dan aku sedang berakting.”
Kai
sekali lagi hanya terdiam. Sekarang dia paham, yang bersama dengannya sekarang
adalah sosok Krystal. Namun apakah Krystal hanya berakting?
“Dimana
Jessica?” tanya Kai.
“Aku
tidak tahu. Sebenarnya siapa dia?”.
Kai
tidak menjawabnya. Kai membawa Jessic ayng sekarang ini menjadi Krystal menuju
mobilnya untuk kembali ke apartemen. Krystal berusaha mencari ponselnya yang
semalam dia cari hingga ketiduran saat sampai di apartemennya. Ponsel-nya dia temukan
dalam keadaan lowbatt.
Ketika
Krystal merecharge ponselnya, masuklah beberapa pesan dan pemberitahuan
panggilan tak terjawab dari nomor tak dikenal. Nomor yang sama meneleponnya
beberapa kali.
Krystal mencoba menelepon nomor tersebut. Tiba-tiba
saku belakang celana jeans-nya bergetar. Ada ponsel disana. Krystal merogoh
sakunya untuk mengecek. Panggilan dari ponselnya masuk pada ponsel itu. Itu
ponsel Jessica. Sebenarnya siapa Jessica ini?
Jika kau
tak keberatan, datanglah pada café di depan apartemenmu pukul 9 pagi besok. Aku
ingin membicarakan beberapa hal padamu.
Jessica
Begitulah
kira-kira pesan singkat yang dikirim Jessica ke ponsel Krystal beberapa saat
lalu. Sekarang Krystal mempunyai peluang untuk membicarakan hal ini baik-baik
dengan wanita yang bernama Jessica.
***
Jessica
merasa kehilangan waktunya dalam waktu yang cukup lama. Dia sekarang sudah
berada di café depan apartemen Krystal. Dia menunggu Krystal. Sudah sejak dua jam yang lalu, dia menunggunya, tapi Krystal
tak kunjung datang.
Jessica
sudah tahu, kalau Minho memutuskannya. Jessica tahu saat dia bertemu dengan
Minho, tadi pagi. Jessica sengaja datang ke rumah Minho. Dan Minho
mengabaikannya bagaikan dia tak ada.
“Kau
mau apa lagi Jessica? Bukan. Maksudku, Krystal. Pergilah bersama Kai oppa! Kau
jangan berakting disini!” kata Minho dengan marah padanya pagi tadi.
Jessica
terdiam. Dia tidak percaya orang yang dia cintai bersikap seperti itu padanya.
“A..
apa maksudmu?”
“Kau
mencoba berakting lagi?” Minho tertawa mencibir. “Kembalilah pada Kai oppa-mu.”
Jessica
merasa Krystal mencoba memisahkannya dengan Minho. Jessica merasa geram dengan
Krystal. Dia tidak mengenalnya, tapi kenapa Krystal mencoba mengganggu
hubungannya dengan Minho?
Jessica
melirik arlojinya. Percuma, Krystal tak
akan datang, pikirnya. Jessica beranjak menuju apartemen Krystal.
Password apartemen Krystal dibuka Jessica
dengan lancar. Dia telah melihat password pintu apartemen Krystal saat Kai
menolong membukanya.
Tak ada siapa-siapa disana. Tak ada tanda
kalau Krystal didalam. Jessica melihat ponselnya tergeletak diatas meja ruang
tamu. Dia mengambil ponselnya dan tertawa menyeringai. Jessica masuk ke kamar
Krystal beberapa saat, lalu keluar meninggalkan apartemen itu.
To Be Continued
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gimana? FYI, ini memang lebih sedikit dari chapter pertamanya. Ya, aku harap kalian masih pengen baca kelanjutannya lagi .-. Gamsahamnida :3

Minho salah paham huhu :'3
BalasHapusLagian ini sebenernya ada apa? T.T
Jessica tiba-tiba berubah jadi Krystal, Krystal berubah jadi Jessica, huaa :'3
Semoga di chapter selanjutnya udah ada penjelasannya :3
*terbang ke next chap